kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ada pihak yang ingin merusak hubungan Mega-Jokowi


Rabu, 04 Februari 2015 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal mengatakan pemerintah menetapkan tarif LRT melalui Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik, dengan membiayai selisih dari biaya yang diusulkan oleh operator LRT Jabodebek, agar biayanya lebih terjangkau bagi masyarakat banyak.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Politikus senior PDI Perjuangan, Pramono Anung menduga ada pihak yang ingin merusak hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan presiden Joko Widodo. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi di tanah air kerap menyudutkan Megawati.

"Saya melihat yang sekarang ini terjadi berbagai peristiwa di tanah air seakan-akan tuduhan kepada ibu Megawati. Seakan ada yang ingin pemisahan pak Jokowi dengan ibu Mega," kata Pramono dalam diskusi bertema 'Benarkah Jokowi Boneka Megawati?' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2015).

Pramono meyakini hubungan Megawati dengan Jokowi tidak akan terganggu. Karena menurutnya, hubungan personal keduanya telah terbangun lama sejak 2004 di mana Jokowi diberikan mandat menjadi pejabat di Solo oleh Megawati.

"Secanggih apapun, sekuat apapun (pihak berusaha memisahkan Mega-Jokoai) bahwa ada hubungan personal yang terbangun sangat dalam pada keduanya," tuturnya.

Masih kata Pramono, dirinya tak menampik bahwa kedekatan hubungan antara Mega dengan Jokowi menimbulkan kecemburuan berbagai pihak termasuk di internal partainya. Bagaimana Mega memberikan ruang kepada Jokowi menjadi Wali Kota dua periode, Gubernur Jakarta hingga presiden RI. "Saya yakin tidak akan ada yang bisa memisahkan Mega dengan Jokowi," katanya.( Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×