kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada Covid-19, INDEF: Jumlah orang miskin bisa bertambah lebih dari 5 juta orang


Senin, 27 April 2020 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Warga antri dengan jaga jarak untuk mendapatkan beras di kantor Kodim 503, S.Parman, Jakarta Barat, Senin (27/04). Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 juga menggerogoti perekonomian. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Menurut Tauhid, dengan asumsi krisis Covid-19 selesai di September, perekonomian kelompok miskin baru bisa membaik di awal tahun 2021. Ia berpendapat, butuh jarak waktu antara pulihnya ekonomi secara keseluruhan dengan pulihnya ekonomi kelompok miskin. 

"Post recovery tidak mudah karena memang harus ekonomi baik dulu perlahan, baru mereka bisa kembali lagi ke posisi normal. Pendapatan kelompok miskin bertambah dan kelompok hampir miskin kembali ke posisi tersebut," katanya. 

Baca Juga: Pemerintah cairkan dana bagi hasil (DBH) DKI Jakarta senilai Rp 2,58 triliun

Namun, Tauhid juga khawatir akan adanya peluang semakin panjangnya periode pemulihan pandemi. Bila pandemi tidak bisa selesai pada September nanti, maka menurut dia akan semakin terpuruk kondisi masyarakat miskin. 

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah menyiapkan racikan kebijakan yang tepat, khususnya dalam menyelamatkan kelompok miskin. Salah satunya, adalah dengan menambah anggaran khususnya untuk perlindungan sosial yang telah ditetapkan sebesar Rp 110 triliun. 

"Paling tidak, jumlahnya sebesar program pemulihan ekonomi nasional yang Rp 150 triliun. Tapi sebaiknya lebih dari itu," tandasnya. 

Baca Juga: Larangan mudik membuat KAI kehilangan sekitar 6,8 juta penumpang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×