kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ada 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia saat ini


Kamis, 27 Juni 2019 / 16:45 WIB
Ada 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia saat ini

Berita Terkait

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus melakukan upaya rehabilitasi hutan dan lahan. Hal ini mengingat terdapat 14 juta hektare (Ha) lahan kritis di Indonesia saat ini. Lahan kritis tersebut dapat mengancam kelestarian fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Untuk mengatasi lahan kritis dan kerusakan DAS tersebut, pemerintah telah melakukan program rehabilitasi hutan dan lahan dengan target sebesar 1,1 juta hektar per tahun. Hal ini dilakukan khususnya di 15 lokasi DAS prioritas.


“Melalui program Rehabilitasi, tingkat erosi dan sedimentasi akan menurun, banjir dan longsor dapat dicegah, dan keanekaragaman hayati akan meningkat, serta juga menyerap karbon yang diperlukan untuk pengendalian perubahan iklim,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kamis (27/6).

Menurut Darmin, DAS pun harus dikelola secara bersama-sama. Dia berpendapat hal ini akan memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan. Dia pun menjelaskan terdapat 3 tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani DAS.

Pertama, dia mengatakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan tidak berhenti hanya pada menaman pohon. Menurutnya kegiatan rehabilitasi hutan pun harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

 “Masyarakat harus dipandang sebagai aset sosial bukan sebagai perambah hutan, sehingga harus didayagunakan. Rehabilitasi harus dirancang tidak hanya untuk tujuan ekologis tapi juga untuk tujuan ekonomi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Darmin.

Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan juga harus dilakukan secara dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai pemerintahan, pelaku usaha, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat.

Langkah selanjutnya, rehabilitasi hutan dan lahan harus disinergikan dengan program pemerintah lainnya seperti perhutanan sosial, pengembangan “satu desa satu komoditas unggulan”, dan pengembangan pariwisata.




TERBARU

Close [X]
×