kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

2020 Shinkanzen Jakarta-Bandung terwujud


Selasa, 28 Januari 2014 / 20:04 WIB
ILUSTRASI. Prakiraan BMKG cuaca hari ini Kamis (8/9) di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan ringan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembahasan proyek kereta cepat shinkanzen Jakarta-Bandung. Rencananya, harga tiket per orangnya mencapai Rp 200 ribu.

Kajian mengenai harga ini dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam studi kelayakan pembangunan yang sedang dilakukannya. Dengan mengeluarkan kocek segitu, masyarakat dapat menempuh jarak Jakarta-Bandung sejauh 133 kilometer hanya selama 37 menit saja.

Rute yang dilewati adalah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung dan Gedebage. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy Supriadi Priyatna mengatakan harga tiket kereta cepat ini masih akan dihitung pemerintah. Pemerintah akan mengusahakan agar harganya dapat lebih rendah dari Rp 200 ribu.

"Kalau mau untuk swasta memang harus Rp 200 ribu," ujar Dedy di Jakarta, Selasa (28/1). Menurut Dedy, kalau ingin di bawah harga studi Jepang, pemerintah harus melakukan subsidi. Subsidi ini bisa dalam bentuk subsidi operasional atau subsidi investasi dalam pembangunannya.

Namun, pembicaraan mengenai hal ini secara lebih lanjut belum dilakukan pemerintah. Sekadar gambaran, Stasiun Shinkansen direncanakan berlokasi di kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat karena
dianggap memiliki akses yang baik menuju Stasiun Sudirman dan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transportation (MRT) yang baru. Sedangkan di Bandungnya sendiri direncanakan berada di kawasan
Gedebage.

Adapun perkiraan awal, kereta cepat yang memakan waktu pembangunan 6-7 tahun ini menelan biaya hingga Rp 56 triliun. Pada tahun 2020 mendatang, masyarakat Jakarta dan Bandung diharapkan sudah bisa menikmati fasilitas kereta cepat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×