kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Thailand Minta Impor Pupuk Urea dari Indonesia Ditingkatkan hingga Ratusan Ribu Ton


Senin, 03 Agustus 2026 / 21:23 WIB
Thailand Minta Impor Pupuk Urea dari Indonesia Ditingkatkan hingga Ratusan Ribu Ton
ILUSTRASI. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan produksi dan pasokan untuk mendukung rencana pemeri (PT Pupuk Indonesia/DOK)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Thailand mengusulkan peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama ketahanan pangan kedua negara. Thailand berharap volume impor pupuk urea dari Indonesia dapat meningkat dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi beberapa ratus ribu ton per tahun.

Usulan tersebut disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pernyataan pembuka sebelum pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Anutin mengatakan Thailand siap memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor ketahanan pangan. Menurutnya, kedua negara memiliki peluang besar untuk saling melengkapi kebutuhan komoditas strategis.

Baca Juga: Prabowo Bidik Perdagangan RI-Thailand Tembus US$ 20 Miliar pada 2030

“Di bidang ketahanan pangan, negara kami siap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia. Saya mengusulkan agar kita mengeksplorasi kerja sama lebih lanjut di beberapa bidang,” ujar Anutin.

Selain menawarkan Thailand sebagai pemasok beras berkualitas tinggi bagi Indonesia, Anutin juga meminta dukungan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor pupuk urea ke negaranya.

“Sebagai timbal balik, kami ingin mengimpor lebih banyak pupuk urea dari Indonesia. Kami berharap impor dapat meningkat dari sekitar 60.000 ton per tahun saat ini menjadi beberapa ratus ribu ton setiap tahunnya,” kata Anutin.

Ia menilai peningkatan perdagangan pupuk akan memperkuat hubungan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan kedua negara di tengah meningkatnya kebutuhan sektor pertanian.

Di sisi lain, Thailand juga berharap Indonesia dapat meningkatkan impor berbagai produk asal Negeri Gajah Putih, mulai dari komoditas pertanian, daging, produk susu, hingga mesin pertanian.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia dan Thailand Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi ASEAN

Menurut Anutin, penguatan perdagangan komoditas pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan dagang Indonesia dan Thailand yang saat ini bernilai sekitar US$ 20 miliar.

Ia menambahkan, kedua negara masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan volume perdagangan mengingat ukuran ekonomi Indonesia dan Thailand yang sama-sama besar di kawasan ASEAN.

Karena itu, Thailand mengusulkan pembentukan Thailand–Indonesia Joint Trade Committee (JTC) sebagai forum untuk membahas target perdagangan yang lebih ambisius sekaligus memfasilitasi peningkatan perdagangan dan investasi bilateral.

Anutin berharap penguatan kerja sama di sektor pupuk, pangan, dan perdagangan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mempererat kemitraan strategis Indonesia dan Thailand yang telah disepakati kedua negara sejak tahun lalu.

Baca Juga: RI-Thailand Perkuat Kemitraan, Dorong Kerja Sama Pertahanan hingga Konektivitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×