Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan membentuk Thailand–Indonesia Joint Trade Committee (JTC) sebagai forum tetap untuk mendorong perdagangan dan investasi bilateral.
Melalui pembentukan komite ini, kedua negara menargetkan nilai perdagangan yang saat ini sekitar US$ 20 miliar dapat terus meningkat, sekaligus membuka lebih banyak peluang bisnis dan mengatasi hambatan perdagangan.
Gagasan pembentukan JTC disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Neraca Dagang Defisit US$ 1,61 Miliar pada Mei 2026, Perdana Setelah Surplus 72 Bulan
Anutin mengatakan Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat Thailand di kawasan ASEAN. Namun, menurutnya, posisi tersebut masih belum mencerminkan besarnya potensi ekonomi kedua negara.
"Indonesia adalah mitra dagang terbesar keempat Thailand di ASEAN, meskipun kami percaya Indonesia seharusnya menjadi yang pertama," ujar Anutin.
Ia menilai nilai perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$ 20 miliar masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Karena itu, Thailand mengusulkan pembentukan JTC sebagai forum resmi untuk mempercepat peningkatan perdagangan dan investasi.
Menurut Anutin, pertemuan perdana Thailand–Indonesia JTC akan digelar di Thailand pada tingkat Menteri Perdagangan.
Forum tersebut akan menjadi wadah bagi kedua negara untuk membahas berbagai isu perdagangan, menetapkan target perdagangan yang lebih ambisius, serta memfasilitasi peningkatan arus perdagangan dan investasi.
Baca Juga: Indonesia-AS Teken Kesepakatan Perdagangan dan Investasi Senilai US$ 7 Miliar
Selain pembentukan JTC, Thailand juga mengusulkan penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, antara lain ketahanan pangan, industri halal, energi, perikanan, serta penguatan rantai pasok regional.
Anutin menyatakan Thailand siap menjadi mitra strategis Indonesia dalam penyediaan beras berkualitas tinggi. Sebaliknya, Thailand juga berharap Indonesia dapat meningkatkan ekspor pupuk urea ke negaranya.
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik usulan tersebut. Dalam pernyataan pers bersama seusai pertemuan, Prabowo mengatakan kedua negara sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.
"Kami juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha, antara lain melalui penyelenggaraan Joint Trade Commission yang pertama kali dalam sejarah sebagai mekanisme untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan," kata Prabowo.
Baca Juga: Ekonom Prediksi Surplus Dagang RI pada Mei 2026 Naik Terbatas, Impor Masih Tinggi
Pembentukan JTC menjadi salah satu langkah konkret dalam implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang telah diadopsi kedua negara.
Melalui forum ini, Indonesia dan Thailand berharap hubungan dagang dan investasi bilateral dapat tumbuh lebih kuat dalam beberapa tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
