kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wapres impikan Shinkanzen di Indonesia


Selasa, 16 November 2010 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Jakarta International Container Terminal (JICT)


Reporter: Asih Kirana Wardani | Editor: Djumyati P.

KOBE. Teknologi transportasi Jepang memang mengagumkan. Tanpa kecuali, Wakil Presiden Boediono tetap saja terkagum-kagum dengan shinkanzen, kereta api supercepat Jepang. Padahal, ini kali kedua Wapres naik shinkanzen. "Yang pertama kali, 15 tahun yang lalu," kenang Boediono, saat berbincang-bincang dengan pers dalam perjalanan kembali dari Kobe ke Tokyo di Shinkanzen Nozomi 34, Selasa (16/11).

Bukan saja kebersihan, kecepatan serta ketepatan jadwal shinkanzen yang membuat Boediono kagum. Kenyamanannya ternyata juga sangat mengesankan bagi pria yang akrab disapa Pak Boed ini. "Agaknya relnya tidak ada sambungannya ya. Ini smooth sekali," celetuknya.

Tak heran, Boediono mendambakan suatu saat Indonesia juga memiliki kereta api yang mampu melaju 250 km/jam seperti shinkanzen. "Shinkanzen ini yang perlu kita pikirkan ke depan, untuk transportasi trans-Jawa," ujar dia.

Sayang, entah kapan mimpi Boediono bakal terwujud. Membangun MRT (mass rapid transportation) saja, kita masih bermimpi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×