kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Wapres impikan Shinkanzen di Indonesia


Selasa, 16 November 2010 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Jakarta International Container Terminal (JICT)


Reporter: Asih Kirana Wardani | Editor: Djumyati P.

KOBE. Teknologi transportasi Jepang memang mengagumkan. Tanpa kecuali, Wakil Presiden Boediono tetap saja terkagum-kagum dengan shinkanzen, kereta api supercepat Jepang. Padahal, ini kali kedua Wapres naik shinkanzen. "Yang pertama kali, 15 tahun yang lalu," kenang Boediono, saat berbincang-bincang dengan pers dalam perjalanan kembali dari Kobe ke Tokyo di Shinkanzen Nozomi 34, Selasa (16/11).

Bukan saja kebersihan, kecepatan serta ketepatan jadwal shinkanzen yang membuat Boediono kagum. Kenyamanannya ternyata juga sangat mengesankan bagi pria yang akrab disapa Pak Boed ini. "Agaknya relnya tidak ada sambungannya ya. Ini smooth sekali," celetuknya.

Tak heran, Boediono mendambakan suatu saat Indonesia juga memiliki kereta api yang mampu melaju 250 km/jam seperti shinkanzen. "Shinkanzen ini yang perlu kita pikirkan ke depan, untuk transportasi trans-Jawa," ujar dia.

Sayang, entah kapan mimpi Boediono bakal terwujud. Membangun MRT (mass rapid transportation) saja, kita masih bermimpi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×