kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS937.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

10 Bulan pandemi Covid-19, angka kematian tenaga medis tertinggi di Asia


Minggu, 03 Januari 2021 / 07:56 WIB
10 Bulan pandemi Covid-19, angka kematian tenaga medis tertinggi di Asia
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Indonesia

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

 

Pandemi yang terjadi juga berdampak pada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Tak sedikit dari mereka yang wafat karena terpapar virus corona. 

Menurut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), sebanyak 504 petugas medis dan kesehatan meninggal akibat terpapar Covid-19 sepanjang Maret-Desember 2020. 

"Jumlah itu terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga laboratorium medis," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi dalam siaran pers, Sabtu. 

Ia menuturkan, angka kematian tenaga medis di Indonesia tersebut tercatat menjadi yang paling tinggi di Asia. Selain itu, Indonesia juga termasuk dalam lima besar kematian tenaga medis dan kesehatan di seluruh dunia. 

Baca Juga: Kian menyebar, Vietnam laporkan kasus pertama varian baru virus corona dari Inggris

Adapun daerah yang memiliki angka kematian tenaga medis tertinggi adalah Jawa Timur. Kemudian, disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 

Di bulan Desember 2020, data IDI bahkan menunjukkan adanya kenaikan jumlah kematian tenaga medis hingga lima kali lipat dari awal pandemi. Adib menambahkan, 52 tenaga medis dokter meninggal akibat Covid-19 selama Desember 2020. 

"Kenaikan ini merupakan salah satu dampak dari akumulasi peningkatan aktivitas dan mobilitas yang terjadi seperti berlibur, Pilkada dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah," ucap Adib. 

Risiko penularan Adib pun mengingatkan perihal risiko penularan Covid-19 yang kini berada di titik tertinggi. 

"Kami mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat karena risiko penularan saat ini berada pada titik tertinggi di mana rasio positif Covid-19 berada di angka 29,4%," ujar Adib dikutip dari siaran pers PB IDI, Sabtu. 

Menurut dia, pandemi dapat menjadi semakin tidak terkendali apabila masyarakat tidak ikut berkontribusi dengan menjalankan protokol kesehatan. 

Baca Juga: Pemerintah siapkan 3 langkah ini untuk cegah penularan Covid-19 di tahun ini

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengingatkan publik bahwa pandemi belum akan selesai dalam waktu dekat. Maka dari itu, protokol kesehatan diminta tetap dipatuhi. 

IDAI juga meminta agar semua orang terutama anak dipastikan tidak tertular penyakit serta mulai mengajarkan perilaku hidup bersih sehat sejak dini semampu anak. 

"Sedapat mungkin tetap di rumah saja dulu, karena aktivitas di luar rumah tetap memiliki risiko pajanan infeksi yang jauh lebih tinggi," kata Ketua IDAI Aman Pulungan. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Bulan Pandemi Covid-19 Melanda Tanah Air dan Angka Kematian Tenaga Medis yang Mengkhawatirkan".

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×