kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Yusril kembali diperiksa


Rabu, 15 September 2010 / 11:34 WIB


Reporter: Gloria Natalia | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bekas Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra kembali menjalani pemeriksaan atas dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Dia diperiksa sebagai saksi atas perkara tersangka Hartono Tanoesoedibjo.

Pengacara Yusril, Maqdir Ismail, mengatakan bahwa kliennya diperiksa sejak pukul 10.00 WIB. Namun, Maqdir tak menjelaskan isi pemeriksaan tersebut.

Kejaksaan Agung pernah memanggil Yusril untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, ia tidak datang dengan alasan sakit gigi. Sebelumnya, Yusril juga menolak pertanyaan penyidik Kejaksaan Agung. Dia beralasan, perintah penyidikan dari Jaksa Agung Hendarman Supandji tidak sah. Sebab, dia menilai, Hendarman Supandji tidak lagi sah menjadi Jaksa Agung.

Sejatinya, Yusril juga menjadi tersangka atas kasus korupsi ini. Kejaksaan Agung menuduh Yusril dan Hartono terlibat dalam korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 420 miliar.

Kerugian ini berawal ketika Departemen Hukum dan HAM bekerjasama dengan PT Sarana Rekatama Dinamika untuk mengelola pendaftaran badan hukum secara online yang dikenal dengan Sisminbakum. Belakangan terkuak, biaya pendaftaran tersebut ternyata tidak disetorkan ke kas negara melainkan dibagi-bagikan ke pejabat Departemen Hukum dan HAM dan koperasi pegawai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×