kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yulie Sekuritas somasi Bank Mandiri, ada apa?


Minggu, 23 September 2018 / 22:19 WIB
ILUSTRASI. Yulie Sekuritas Somasi Bank Mandiri


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

Seperti BEI melakukan suspense atau penghentian sementara aktivitas perdagangan saham karena nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Yulie Sekuritas anjlok. Suspensi dilepas setelah Yulie Sekuritas memasukkan modal baru untuk memenuhi syarat batas minimal MKDB.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, Bank Mandiri tidak bersedia mengonfirmasi terkait pencairan dana tersebut. “Mohon maaf terkait dana nasabah merupakan bagian UU Kerahasiaan Bank sehingga kami tidak dapat kami informasikan,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas.

Di lain pihak, mantan Direktur Utama Yulie Sekuritas Luciana ketika dihubungi KONTAN, tidak mau menjawab terkait kasus pembobolan deposito yang terjadi ketika ia masih menjadi pemimpin perusahaan.

Seperti diketahui, dugaan kasus pembobolan dana Yulie Sekuritas dilakukan oleh pemegang saham lama, Jeje Yutrindo Utama sebesar Rp 27 miliar. Pembobolan ini dilakukan dengan menjaminkan deposito berbentuk MKBD sebagai kredit ke Bank Mandiri sejak Mei 2015. Hal ini diduga melanggar aturan pasar modal, perbankan dan KUHP terkait penipuan.

PT GemaBuana Indonesia sebagai pemegang saham baru Yulie Sekuritas sebesar 11,90%, mengaku telah menyampaikan laporan pelanggaran hukum yang dilakukan manajemen lama, yaitu Jeje Yutrindo, kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK pada tanggal 8 Maret 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×