kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

YLKI: Peserta mandiri bisa membayar BPJS Kesehatan dari kelebihan iuran


Senin, 09 Maret 2020 / 22:15 WIB
Petugas mencuci tangan menggunakan cairan antiseptik di Kantor Pelayanan Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Pusat, Matraman, Jakarta, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarif BPJS Kesehatan akhinya kembali turun setelah Mahkamah Agung membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas mandiri. Lantas, bagaiamana dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan selanjutnya?

Menurut Agus Suyanto, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), itu tergantung dari waktu penentuan keputusan tersebut. Apakah berlaku surut atau setelah keputusan dari MA ditetapkan.

Baca Juga: Iuran batal naik, Wamenkeu nilai masalah defisit BPJS Kesehatan tak kunjung usai

Kalau keputusan berlaku surut, maka anggota BPJS Kesehatan setidaknya sudah punya tabungan dana dari kelebihan membayar iuran dari awal tahun. 

Baca Juga: MA batalkan kenaikan iuran peserta mandiri, ini kata BPJS Kesehatan

Nah, masyarakat bisa membayar iuran BPJS Kesehatan dari selisih biaya yang sebelumnya sudah dibayarkan. Jadi selisih iuran yang sudah anggota BPJS Kesehatan bayarkan, bisa menjadi sumber dana untuk membayarkan kembali iuran tersebut di bulan berikutnya.

"Pemerintah dan BPJS Kesehatan harus lebih kreatif untuk menambal bleeding BPJS Kesehatan," katanya ke KONTAN, Senin (9/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×