kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Yakin ada duopoli di sektor penerbangan, KPPU cari bukti pelanggaran


Senin, 10 Juni 2019 / 13:26 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencari bukti pelanggaran adanya duopoli di sektor penerbangan.

Ketua KPPU Kurnia Toha memastikan duopoli terjadi di sektor penerbangan. Namun, tengah diselidiki apakah terdapat pelanggaran atas duopoli tersebut.

"Ada indikasi, kita butuh minimal dua bukti bahwa memang kenaikan harga ini terjadi karena memang ada kerjasama," ujar Kurnia di kantor KPPU, Senin (10/6).

Kerja sama dua industri maskapai melanggar aturan persaingan usaha. Selain itu pengambilan keuntungan besar di atas angka normal juga merupakan pelanggaran.

KPPU pun telah melakukan pemanggilan sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan. Kurnia bilang Garuda Indonesia dan Lion Air telah dipanggil.

"Dua-duanya sudah dipanggil dan sudah datang, kalau kurang jelas akan kita panggil lagi," terang Kurnia.

Saat ini KPPU akan melakukan pembahasan dengan penyelidik. Bila bukti sudah mencukupi, kasus tersebut akan langsung dijadikan perkara oleh KPPU.

Selain terpotong waktu Lebaran, pengumpulan data juga menjadi masalah bagi KPPU. Pasalnya KPPU tidak memiliki kewenangan untuk penggeledahan dan pemaksaan dalam pengumpulan bukti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×