kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Yakin ada duopoli di sektor penerbangan, KPPU cari bukti pelanggaran


Senin, 10 Juni 2019 / 13:26 WIB
Yakin ada duopoli di sektor penerbangan, KPPU cari bukti pelanggaran


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencari bukti pelanggaran adanya duopoli di sektor penerbangan.

Ketua KPPU Kurnia Toha memastikan duopoli terjadi di sektor penerbangan. Namun, tengah diselidiki apakah terdapat pelanggaran atas duopoli tersebut.

"Ada indikasi, kita butuh minimal dua bukti bahwa memang kenaikan harga ini terjadi karena memang ada kerjasama," ujar Kurnia di kantor KPPU, Senin (10/6).

Kerja sama dua industri maskapai melanggar aturan persaingan usaha. Selain itu pengambilan keuntungan besar di atas angka normal juga merupakan pelanggaran.

KPPU pun telah melakukan pemanggilan sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan. Kurnia bilang Garuda Indonesia dan Lion Air telah dipanggil.

"Dua-duanya sudah dipanggil dan sudah datang, kalau kurang jelas akan kita panggil lagi," terang Kurnia.

Saat ini KPPU akan melakukan pembahasan dengan penyelidik. Bila bukti sudah mencukupi, kasus tersebut akan langsung dijadikan perkara oleh KPPU.

Selain terpotong waktu Lebaran, pengumpulan data juga menjadi masalah bagi KPPU. Pasalnya KPPU tidak memiliki kewenangan untuk penggeledahan dan pemaksaan dalam pengumpulan bukti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×