kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Wujudkan Swasembada Pangan, Menko Pangan: Harus Buka Lahan Baru


Selasa, 03 Desember 2024 / 11:39 WIB
Wujudkan Swasembada Pangan, Menko Pangan: Harus Buka Lahan Baru
ILUSTRASI. Pembukaan lahan baru sepertinya menjadi langkah yang harus dipilih pemerintah untuk mencapai swasembada pangan di tahun 2027.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembukaan lahan baru sepertinya menjadi langkah yang harus dipilih pemerintah untuk mencapai swasembada pangan di tahun 2027. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, upaya pembukaan lahan baru untuk lumbung pangan sudah mulai digarap di Merauke, Papua Selatan seluas 100.000 hektare dari target pemerintah 1 juta hektare. 

"Tidak ada pilihan kita memang harus membuka lahan baru dan Papua jadi masa depan kita. Merauke ada 1 juta (ha) lebih (target)," kata Zulkifli dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/12). 

Baca Juga: Menko Pangan Akui Tidak Mudah Menuju Swasembada Pangan

Cetak sawah itu akan diutamakan untuk komoditas pangan pokok utamanya padi. Namun, pemerintah saat ini juga sudah mulai mengembangkan tanam tebu di Papua seluas 20.000 hektare dari target 600.000 hektare. 

Zulkifli mengakui program pembukaan lahan baru memang tidak mudah, dan diakuinya beberapa proyek pemerintah masih gagal. 

"Begitu juga dulu pengembangan tanam sawah (food estate) di Kalimantan Tengah kita pelajari apa sebabnya, apakah karena tidak ada kesungguhan, ada moral hazard, jadi kita optimalisasi," urainya. 

Baca Juga: Kementan Percepat Swasembada Pangan Melalui Program Brigade Pangan

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Senior Indef Berly Martawardaya menilai tidak semua lahan utamanya di Indonesia bagian timur cocok untuk ditanami komoditas padi. 

Alih-alih memaksakan buka lahan untuk tanam padi, menurutnya pemerintah perlu mendorong upaya diversifikasi pangan lokal untuk menekan ketergantungan terhadap beras. 

"Untuk Indonesia Timur tidak cocok lahan kita untuk beras, sehingga kalau didorong ingin tumbuh beras di sana perlu investasi besar, dan kalaupun rakyat di sana makan beras perlu transportasi mahal," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×