kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.114   84,00   0,47%
  • IDX 5.884   10,17   0,17%
  • KOMPAS100 764   0,89   0,12%
  • LQ45 583   0,51   0,09%
  • ISSI 203   0,33   0,16%
  • IDX30 330   -0,44   -0,13%
  • IDXHIDIV20 408   -2,40   -0,58%
  • IDX80 87   0,22   0,25%
  • IDXV30 110   -0,55   -0,49%
  • IDXQ30 106   -0,55   -0,52%

WNI belum laporkan asetnya, bisa dilakukan pemeriksaan


Kamis, 14 Maret 2019 / 19:39 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat masih ada ribuan aset warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang belum dilaporkan dalam surat pemberitahuan pajak (SPT).

Angka itu berdasarkan hasil pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) tahun 2018.

Berdasarkan data hingga 11 Maret 2019, Dirjen Pajak telah mengirimkan informasi keuangan ke 54 negara dan telah menerima informasi keuangan dari 66 negara. Hasilnya, nilai aset yang diterima mencapai lebih dari Rp 1.300 triliun.

Ajib Hamdani Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center mengatakan, dari sisi wajib pajak, harus ada kesadaran tentang pelaporan yang benar. Sementara dari sisi petugas pajak, harus membuat instrumen pengukur tax compliance yang efektif.

Selanjutnya membuat law enforcement terhadap wajib pajak tidak patuh, sehingga memberikan keadilan buat wajib pajak lain yang patuh.

"Law enforcement ini misalnya dengan melakukan proses pemeriksaan," kata Ajib kepada Kontan.co.id, Kamis (14/3).

Meski begitu, ia juga menilai, Ditjen Pajak juga bisa melakukan himbauan terjadap wajib pajak yang belum melaporkan hartanya tersebut.

"Kalau himbauan untuk selanjutnya mengharapkan kesadaran wajib pajak. Kalau mekanisme pemeriksaan lebih mempunyai daya dorong untuk kepatuhannya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×