kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Website BPS Error, Usai Rilis Data Inflasi dan Neraca Perdagangan Mei 2025


Senin, 02 Juni 2025 / 16:26 WIB
Website BPS Error, Usai Rilis Data Inflasi dan Neraca Perdagangan Mei 2025
ILUSTRASI. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto) Situs Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami gangguan, padahal hari ini, Senin (2/6) setelah merilis laporan Inflasi bulan Mei 2025.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Situs Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui mengalami gangguan, padahal hari ini, Senin (2/6) BPS baru saja merilis laporan Inflasi dan Neraca Perdagangan bulan Mei 2025.

Berdasarkan penulusuran KONTAN, pada Senin (2/6), pukul 16.00 WIB website www.bps.go.id diketahui mengalami gangguan saat mengakses masuk.

“Gagal memuat konten. Terjadi kesalahan pada render Komponen Server. Pesan spesifik dihilangkan dalam build produksi untuk menghindari bocornya detail sensitif. Sebuah properti digest disertakan pada contoh kesalahan ini yang dapat memberikan detail tambahan tentang sifat kesalahan. Silakan coba beberapa saat lagi,” demikian bunyi pesan pada laman tersebut.

Hari ini, BPS baru saja melaporkan laju inflasi tahunan sepanjang tahun hingga Mei 2025. Tercatat, laju inflasi tahunan (year on year) sampai dengan Mei 2025 sebesar 1,60%, dengan komponen inti menjadi penyumbang utama inflasi.

Baca Juga: BPS Catat Inflasi Inti dan Harga Diatur Pemerintah Naik Pada Mei 2025

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,40%, dengan andil terbesar terhadap inflasi umum yakni 1,53%.

“Komoditas utama yang mendorong inflasi inti adalah emas perhiasan, kopi bubuk, dan minyak goreng,” kata Pudji dalam konfrensi pers, Senin (2/6).

Selain itu, BPS juga melaporkan kinerja surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 mencapai US$ 0,16 miliar. Surplus ini tercatat menipis bila dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus US$ 4,33 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Pudji.

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan April 2025 Menyusut Jadi US$ 160 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×