kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Waspadai Sinyal Negatif dari Tren Deflasi Berkepanjangan Terhadap Ekonomi Domestik


Senin, 02 Juni 2025 / 20:11 WIB
Waspadai Sinyal Negatif dari Tren Deflasi Berkepanjangan Terhadap Ekonomi Domestik
ILUSTRASI. Pedagang menunggu pembeli di Pasar Klender, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Ekonom Bank Permata peringatkan sinyal negatif dari tren deflasi berkepanjangan terhadap perekonomian domestik.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Deflasi sebesar 0,37% secara bulanan (mtm) yang terjadi pada Mei 2025 dinilai sebagai fenomena musiman yang bersifat sementara. Namun, jika tren ini terus berlanjut, deflasi dapat menimbulkan risiko bagi perekonomian.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa deflasi pada Mei utamanya disebabkan oleh normalisasi harga komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah, setelah lonjakan harga pasca-Lebaran.

"Secara historis, deflasi pasca-Idulfitri biasanya hanya berlangsung satu bulan, sebelum kembali mencatat inflasi ringan atau netral pada bulan berikutnya," ujar Josua kepada Kontan, Senin (2/6).

Baca Juga: Risiko Global Hingga Pelemahan Rupiah Pengaruhi Ekonomi Domestik Tahun Ini

Ia memperkirakan deflasi akan mulai mereda pada Juni 2025 seiring berakhirnya musim panen, stabilnya pasokan pangan, dan meningkatnya konsumsi menjelang libur sekolah serta perayaan Iduladha.

Meskipun menurunnya harga memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, Josua menilai deflasi kali ini juga menyiratkan sinyal negatif, terutama terkait lemahnya permintaan domestik.

“Deflasi juga mencerminkan bahwa konsumsi rumah tangga secara luas belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

Kondisi tersebut tercermin dari beberapa indikator, seperti indeks PMI manufaktur yang masih berada di zona kontraksi pada level 47,4, penurunan ekspor ke Amerika Serikat, serta banyaknya diskon yang ditawarkan pelaku usaha untuk menarik pembeli.

Baca Juga: Duh! Diskon Tarif Listrik 50% Batal

Di sisi lain, deflasi turut menunjukkan bahwa pasokan pangan cukup terjaga, distribusi barang berjalan lancar, dan tekanan biaya hidup masyarakat menurun. 

Inflasi inti yang rendah, yakni sebesar 0,08% mtm atau 2,4% yoy, serta deflasi pada sektor transportasi akibat penurunan harga bensin dan tarif antarkota, ikut menjaga stabilitas daya beli masyarakat.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×