kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wapres RI Dorong Peningkatan Kerja Sama Bilateral dengan Selandia Baru


Rabu, 28 Februari 2024 / 12:30 WIB
Wapres RI Dorong Peningkatan Kerja Sama Bilateral dengan Selandia Baru
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters pada Rabu (28/2/2024) di Selandia Baru.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin ingin mendorong peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Selandia Baru. 

Hal tersebut diungkapkan saat Wapresi Ri bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters di Selandia Baru pada hari ini, Rabu (28/2). 

Menurut orang nomor dua RI tersebut, ada tiga poin penting sebagai langkah strategis yang bisa ditempuh untuk mempererat hubungan kedua negara. 

“Ada tiga hal, yaitu kemitraan komprehensif, dialog lintas agama, dan kemitraan di kawasan Pasifik,” terang Ma’ruf Amin. 

Ia pun memerinci. Pertama, terkait kemitraan komprehensif, Wapres menegaskan bahwa Selandia Baru adalah mitra penting Indonesia di kawasan Pasifik. 

Baca Juga: Wapres Ma’ruf Amin Eksplor Peluang Industri Halal dengan Selandia Baru

Menurutnya, kemitraan komprehensif ini adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kerja sama, mendorong implementasi konkret, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan. 

Untuk itu, Wapres berharap pada tahun 2024, Indonesia dan Selandia Baru dapat memperbarui Rencana aksi 2020-20204, sebagai panduan implementasi kemitraan yang dimaksud.

Salah satunya, ia mendorong memperkuat perdagangan kedua negara, termasuk melalui kerja sama dalam produk halal yang terus didorong kemajuannya melalui usulan Perjanjian Pengakuan Timbal Balik atau Mutual Recognition Agreement (MRA).

Kedua, dialog lintas agama. Wapres bilang Indonesia adalah negara majemuk. Namun, kerukunan antar umat beragama menjadi pilar penting keamanan, kestabilan, dan kesejahteraan. 

Hanya, masalah sosial ekonomi seringkali menjadi penyebab tumbuhnya ideologi ekstrem radikal, intoleransi, dan diskriminasi, terutama di kalangan pemuda. Bahkan penyebarannya bisa lewat teknologi daring. 

Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Selandia Baru menggalang upaya global melawan konten daring kekerasan dari kelompok ekstremis radikal. Wapres pun mengapresiasi hal tersebut. 

“Dalam kaitan ini diperlukan pemberdayaan kelompok moderat melalui dialog lintas agama guna merawat keharmonisan kedua negara kita,” tuturnya. 

Ketiga, terkait kemitraan di Pasifik, ia mengapresiasi dukungan Selandia Baru dalam implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific. 

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta AHY Selesaikan Kasus Lahan Warga yang Diserobot Pengembang

Pasalnya, kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen meningkatkan kerja sama antara kedua negara untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang Damai, stabil, dan sejahtera. 

Terakhir, sebagai bagian integral dari wilayah Pasifik, Wapres menegaskan bahwa Indonesia dan Selandia Baru memiliki tantangan dan kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan. 

“Kerja sama trilateral antara Indonesia, Selandia Baru, dan salah satu negara Pasifik lainnya perlu diwujudkan, utamanya di bidang ekonomi dan pembangunan sesuai dengan visi Pacific Elevation Indonesia,” tandasnya.

 
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×