kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,15   -10,44   -1.05%
  • EMAS999.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Wapres: Media jangan hanya sekedar mengkritik pemerintah


Sabtu, 24 Juli 2021 / 17:02 WIB
Wapres: Media jangan hanya sekedar mengkritik pemerintah
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengingatkan wartawan mempunyai peranan penting dalam menyebarkan informasi dan fakta. Namun, ia bilang peran tersebut bukan hanya dalam memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah, melainkan sekaligus mengkroscek setiap hoaks dan disinformasi.

“Namun, patut kita sayangkan masih adanya media yang mengabaikan kode etik jurnalistik, bahkan mengamplifikasi informasi yang tidak benar demi meraih clickbait atau umpan klik, misalnya dengan judul berita yang membuat orang tertarik, padahal kontennya berbeda, sehingga ramai beredar tanpa didukung verifikasi dan fakta yang mumpuni,” ujar Wapres saat menghadiri secara virtual acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sabtu (24/7). 

Ma'ruf Amin memaparkan berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika, hingga 16 Juli lalu, ditemukan sebanyak 2.027 isu hoaks mengenai Covid-19, vaksin Covid-19, dan PPKM darurat dengan total keseluruhan persebaran berjumlah 5.835 konten hoaks dan disinformasi.

Baca Juga: Wapres: Media berperan penting mensosialisasikan kebijakan pemerintah tangani pandemi

“Situasi demikian tidak hanya akan memancing kesalahpahaman, menciptakan keresahan, namun juga dapat memicu perpecahan dan melemahkan eksistensi pers Indonesia sebagai pers pemersatu,” imbuhnya.

Terlebih lagi dalam situasi pandemi saat ini, Wapres meminta pers untuk terus mengedepankan empati, baik terhadap tenaga kesehatan, aparat pelaksana, penderita Covid-19, maupun masyarakat terdampak Covid-19. 

“Kini merupakan waktu bagi kita semua untuk menyatukan langkah dan bahu-membahu mendukung satu sama lain,” pesan Wapres.

Mengakhiri sambutannya, Wapres sangat mengapresiasi diselenggarakannya acara PWI Bermunajat  bertajuk “Mengetuk Pintu Langit”, sebagai salah satu bentuk ikhtiar batiniah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Melalui munajat ini kita ketuk pintu langit untuk memohon inayah dan himayah-Nya, pertolongan dan perlindungan-Nya. Inayah robbaniyah, pertolongan Tuhan agar kita diberi kemampuan untuk menemukan cara yang tepat mengatasi pandemi Covid-19 serta berbagai masalah yang kita hadapi. Dan himayah robbaniyah, perlindungan Allah SWT dari berbagai kesalahan dalam bertindak dan mengambil keputusan,” harapnya.

Di sisi lain, Wapres tetap optimistis, pandemi COVID-19 dapat diatasi dengan upaya bersama, baik upaya lahiriah berupa disiplin menerapkan protokol kesehatan, mematuhi kebijakan PPKM, dan melakukan vaksinasi ataupun upaya batiniah melalui munajat/doa. 

“Semoga dengan segala ikhtiar lahiriah dan batiniah, kita diberikan kekuatan fisik, mental, dan keimanan, serta pertolongan oleh Allah SWT, Tuhan YME, agar kita dapat segera keluar dari wabah COVID-19 ini,” pungkasnya. 

Selanjutnya: Wapres dorong perbaikan data masyarakat penerima bansos Covid-19

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×