kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.891   21,00   0,12%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Harga Minyak Merosot 27%, Harga BBM Akan Turun? Ini Bocoran Pertamina


Selasa, 30 Juni 2026 / 07:49 WIB
Harga Minyak Merosot 27%, Harga BBM Akan Turun? Ini Bocoran Pertamina
ILUSTRASI. Harga Minyak Merosot 27%, Harga BBM Akan Turun? Ini Bocoran Pertamina


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga minyak di pasar dunia pada akhir Juni 2026 turun jauh dibandingkan sebulan sebelumnya. Hal ini diprediksi  mendorong penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Juli 2026.

Diberitakan KONTAN, harga minyak mentah jenis Brent pada Senin (29/6/2026) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 ditutup naik US$ 1,16, atau 1,61% menjadi US$ 73,15 per barel.

Minyak mentah Brent turun 10,6% di pekan lalu, dalam penurunan mingguan ketiga berturut-turut setelah pengiriman minyak mentah melalui selat tersebut naik ke level tertinggi sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. 

Pada akhir Mei 2026, harga minyak Brent masih bertahan di atas US$ 93 per barel. Dengan demikian, harga minyak Brent selama sebulan terakhir telah melemah hampir 27%.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 ditutup menguat US$ 1,52, atau 2,2% ke US$ 70,75 per barel pada 29 Juni 2026.

Sebulan sebelumnya, harga minyak WTI masih bertahan di level US$ 89 per barel. 

Baca Juga: CORE Soroti Salah Hitung Permintaan MBG, Harga Ayam dan Telur Tertekan

Peluang Harga BBM Turun

Dilansir dari Kompas.com, PT Pertamina (Persero) membuka peluang untuk menurunkan harga BBM non-subsidi apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Rencana tersebut menjadi perhatian masyarakat karena harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme penyesuaian yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah di pasar global. Meski demikian, Pertamina menegaskan belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan penyesuaian harga tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, mengatakan harga BBM non-subsidi ditetapkan berdasarkan formula yang berlaku di Indonesia dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia.

Menurutnya, apabila tren pelemahan harga minyak berlanjut, maka peluang penurunan harga BBM non-subsidi tetap terbuka.

"Apabila harga minyak dunia seiring waktu terus menurun, maka potensi penurunan harga BBM non-subsidi seperti yang sudah terjadi pada BBM non-subsidi jenis solar dapat dilakukan," ujar Robert, Minggu (28/6/2026).

Meski demikian, Pertamina belum dapat memastikan kapan penyesuaian harga tersebut akan direalisasikan. Keputusan akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak global serta kondisi geopolitik yang masih dinamis.

"Kita semua berharap kondisi geopolitik dapat berangsur membaik sehingga menyebabkan harga minyak dunia kembali normal," katanya.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, meminta jajaran direksi segera membahas penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026.

Menurut Iriawan, langkah tersebut perlu dipertimbangkan setelah harga minyak mentah dunia mengalami penurunan menyusul adanya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss.

Ia menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan harga BBM agar sejalan dengan perkembangan harga minyak di pasar internasional.

"Yang pasti kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi manajemen untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak yang di dunia sudah mulai turun," ujar Iriawan.

Tonton: Kinerja Perbankan Diprediksi Positif, Himbara dan BBCA Jadi Pilihan

Mengapa Harga BBM Belum Langsung Turun?

Iriawan menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi yang berlaku saat ini masih mengacu pada rata-rata harga minyak mentah dunia beberapa waktu sebelumnya. Saat itu, harga minyak sempat berada di kisaran US$80 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Karena menggunakan rata-rata harga dalam periode tertentu, perubahan harga minyak dunia tidak otomatis langsung diikuti penyesuaian harga BBM di dalam negeri. Oleh sebab itu, penurunan harga BBM memerlukan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga: Penghapusan Pajak JHT Lebih Untungkan Siapa? Ini Kata Pengamat Pajak

Faktor yang Menentukan Harga BBM Non-Subsidi

Secara umum, harga BBM non-subsidi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

- Pergerakan harga minyak mentah dunia.
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
- Biaya distribusi dan operasional.
- Kondisi geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.

Apabila harga minyak mentah dunia terus bergerak turun dan kondisi geopolitik semakin stabil, peluang penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina akan semakin besar. Namun hingga kini, perusahaan masih menunggu perkembangan pasar sebelum menetapkan kebijakan resmi mengenai harga BBM periode berikutnya.


 

OJK Dorong Asuransi Digital, Peluang Baru bagi Industri Keuangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×