kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Wacana penundaan pembayaran THR mengemuka, begini respons serikat buruh


Senin, 20 April 2020 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah buruh pabrik pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2020). Center of Reform on Economics memperkirakan jumlah pengangguran terbuka pada kuartal II 2020 akan bertambah 4,25 juta orang akibat pandemi COVID-19. ANTA


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai akan banyak perusahaan tidak bisa memberikan THR secara penuh.

Hal ini karena kesulitan cash flow perusahaan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

"Jadi kemungkinan besar akan banyak perusahaan tidak bisa membayar THR karena kesulitan cash flow," kata Hariyadi kepada Kontan, Minggu (19/4).

Baca Juga: Pengusaha usulkan pemerintah talangi THR lebaran

Sebab itu, Apindo mengusulkan ada fleksibilitas dalam pemberian THR tahun ini. Pertama, opsi pemberian 50 % THR dan sisanya dapat dicicil oleh perusahaan. Kedua opsi pemberian THR pada Desember mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×