kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.022,99   -3,35   -0.33%
  • EMAS974.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Varian Omicron mungkin sudah berjalan masuk menuju Indonesia, ini solusinya


Senin, 29 November 2021 / 07:22 WIB
Varian Omicron mungkin sudah berjalan masuk menuju Indonesia, ini solusinya
ILUSTRASI. Pemerintah diminta waspada dan jangan terlambat mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Indonesia.


Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah diminta waspada dan jangan terlambat mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Tri Yunis Miko Wahyono. Dia khawatir jika sebenarnya varian Omicron sudah mulai berjalan masuk ke Indonesia.

“Omicron, tutup saja (akses masuk ke Indonesia) tidak ada tawar-menawar, pemerintah wajib memperketat kedatangan WNA,” ujarnya, Sabtu (27/11/2021).

Ia berkaca pada varian Delta yang telat diantisipasi sehingga telanjur menyebar ke seluruh penjuru Indonesia.

“Dulu juga ada pengetatan, tetapi ternyata masih ditemukan di Indonesia,” ucapnya.

Ia mengatakan varian Omicron tidak mungkin tiba-tiba muncul di Indonesia tanpa ada yang membawa dari luar negeri.

Baca Juga: Aturan terbaru: WNA yang singgah di 8 negara ini dilarang masuk Indonesia

Meskipun demikian, ia tidak menampik ada kemungkinan penularan varian Omicron sudah terjadi di Indonesia sebelum hari ini.

“Kalau menutupnya (akses masuk ke Indonesia) terlambat, varian ini bisa ada di Indonesia,” kata Tri Yunis.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mengurangi berkerumun, dan jika berasal dari daeerah berisiko (varian Omicron) harus waspada dan jangan sampai mengulang kasus varian Delta di Indonesia.

Baca Juga: Apakah varian omicron yang lebih menular sudah masuk Indonesia? Ini kata Menkes

Sebelumnya seperti diberitakan KOMPAS.TV, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menyebutkan mutasi Covid-19 menjadi varian Omicron atau B.1.1.529 berpotensi menurunkan efektivitas vaksin lebih dari 20 persen.

Potensi ini muncul karena rate fatality atau tingkat keparahan varian Omicron lebih berat.

Menurut Tri Yunis, varian Omicron yang sudah digolongkan menjadi Variant Of Concerns (VOC) oleh World Health Organization (WHO) memiliki mutasi lebih dari 30 di spike protein.

“Virus Covid-19 ini (varian Omicron) yang diwaspadai penularannya cepat dan dampaknya berat,” ujarnya, Sabtu (27/11/2021).

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv, berjudul: Ada Kemungkinan Varian Omicron Sudah Berjalan ke Indonesia, Ini Solusinya

Penulis : Switzy Sabandar
Editor : Gading Persada

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×