kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.038   30,00   0,17%
  • IDX 6.281   46,21   0,74%
  • KOMPAS100 824   5,75   0,70%
  • LQ45 628   4,41   0,71%
  • ISSI 217   1,19   0,55%
  • IDX30 353   2,84   0,81%
  • IDXHIDIV20 433   2,33   0,54%
  • IDX80 94   0,58   0,62%
  • IDXV30 119   0,56   0,47%
  • IDXQ30 113   0,60   0,54%

Vaksin palsu, polisi buru pegawai RS & klinik


Kamis, 30 Juni 2016 / 20:26 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Penyidik Bareskrim Polri mengarahkan penyidikan kasus vaksin palsu ke rumah sakit, puskesmas atau klinik. Penyidik menduga kuat terdapat oknum di tempat pelayanan kesehatan yang mengetahui soal vaksin palsu tersebut.

"Itu yang sedang dalam proses penyelidikan. Ini kan memang belum selesai. Masih berkembang," ujar Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Penyelidikan tersebut didasarkan pada harga vaksin palsu yang berada jauh di bawah harga vaksin asli. Badrodin menduga, ada oknum pelayanan kesehatan yang mengetahui dan sengaja memesan vaksin palsu lantaran harganya yang lebih murah.

"Saya katakan, kemungkinan ada (oknum yang mengetahui vaksin itu palsu). Karena 17 tersangka memang enggak ada yang dari rumah sakit," ujar Badrodin.

Terungkapnya kasus ini berawal dari fakta lapangan banyaknya anak yang kondisi kesehatannya terganggu usai diberi vaksin. Selain itu, ada pula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan.

Penyidik telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari produsen, distributor, pencetak label vaksin palsu dan seorang bidan.

(Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×