kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Vaksin palsu, polisi buru pegawai RS & klinik


Kamis, 30 Juni 2016 / 20:26 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Penyidik Bareskrim Polri mengarahkan penyidikan kasus vaksin palsu ke rumah sakit, puskesmas atau klinik. Penyidik menduga kuat terdapat oknum di tempat pelayanan kesehatan yang mengetahui soal vaksin palsu tersebut.

"Itu yang sedang dalam proses penyelidikan. Ini kan memang belum selesai. Masih berkembang," ujar Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Penyelidikan tersebut didasarkan pada harga vaksin palsu yang berada jauh di bawah harga vaksin asli. Badrodin menduga, ada oknum pelayanan kesehatan yang mengetahui dan sengaja memesan vaksin palsu lantaran harganya yang lebih murah.

"Saya katakan, kemungkinan ada (oknum yang mengetahui vaksin itu palsu). Karena 17 tersangka memang enggak ada yang dari rumah sakit," ujar Badrodin.

Terungkapnya kasus ini berawal dari fakta lapangan banyaknya anak yang kondisi kesehatannya terganggu usai diberi vaksin. Selain itu, ada pula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan.

Penyidik telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari produsen, distributor, pencetak label vaksin palsu dan seorang bidan.

(Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×