Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
Dengan kata lain, utang pemerintah kini tumbuh lebih cepat daripada ekonomi nasional.
“Jika tren akselerasi ini berlanjut, kemampuan perekonomian domestik dalam menanggung utang berpotensi melemah, meski saat ini Indonesia belum masuk kategori debtor state,” ujar David.
Karena itu, menurut David, persoalan utang tidak cukup hanya dilihat dari rasio terhadap PDB. Pemerintah juga perlu memastikan setiap utang yang ditarik mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sepadan.
“Kenaikan rasio utang terhadap PDB menunjukkan utang yang saat ini ditarik belum optimal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi,” kata David.
Baca Juga: Beban Bunga Utang Tembus 15% dari Pendapatan, Purbaya Janji Kendalikan
Dengan posisi utang yang sudah menembus Rp 10.000 triliun, tantangan pemerintah ke depan bukan sekadar menjaga rasio utang tetap di bawah batas 60%.
Pemerintah juga perlu memastikan tambahan utang benar-benar menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan tidak semakin menggerus ruang fiskal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
