kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.962   35,00   0,20%
  • IDX 5.878   -65,20   -1,10%
  • KOMPAS100 761   -9,39   -1,22%
  • LQ45 589   -5,31   -0,89%
  • ISSI 203   -2,57   -1,25%
  • IDX30 329   -2,32   -0,70%
  • IDXHIDIV20 423   -1,42   -0,34%
  • IDX80 87   -0,97   -1,10%
  • IDXV30 116   -0,56   -0,48%
  • IDXQ30 108   -0,54   -0,50%

Utang Pemerintah Melonjak, Hampir Separuh Penerimaan Negara Habis untuk Bayar Utang


Kamis, 13 Agustus 2026 / 08:18 WIB
Utang Pemerintah Melonjak, Hampir Separuh Penerimaan Negara Habis untuk Bayar Utang
ILUSTRASI. Rupiah Terlemah Sepanjang Masa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Dengan kata lain, utang pemerintah kini tumbuh lebih cepat daripada ekonomi nasional.

“Jika tren akselerasi ini berlanjut, kemampuan perekonomian domestik dalam menanggung utang berpotensi melemah, meski saat ini Indonesia belum masuk kategori debtor state,” ujar David.

Karena itu, menurut David, persoalan utang tidak cukup hanya dilihat dari rasio terhadap PDB. Pemerintah juga perlu memastikan setiap utang yang ditarik mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sepadan.

“Kenaikan rasio utang terhadap PDB menunjukkan utang yang saat ini ditarik belum optimal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi,” kata David.

Baca Juga: Beban Bunga Utang Tembus 15% dari Pendapatan, Purbaya Janji Kendalikan

Dengan posisi utang yang sudah menembus Rp 10.000 triliun, tantangan pemerintah ke depan bukan sekadar menjaga rasio utang tetap di bawah batas 60%.

Pemerintah juga perlu memastikan tambahan utang benar-benar menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan tidak semakin menggerus ruang fiskal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×