kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.741.000   2.000   0,12%
  • USD/IDR 16.443   -51,00   -0,31%
  • IDX 6.472   -43,68   -0,67%
  • KOMPAS100 929   2,96   0,32%
  • LQ45 729   2,37   0,33%
  • ISSI 202   -1,52   -0,74%
  • IDX30 380   0,83   0,22%
  • IDXHIDIV20 454   0,28   0,06%
  • IDX80 106   0,50   0,48%
  • IDXV30 109   0,90   0,83%
  • IDXQ30 124   0,29   0,23%

Utang Luar Negeri Pemerintah Turun 5,3% Jadi US$ 204,8 Miliar per Januari 2025


Senin, 17 Maret 2025 / 11:58 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Turun 5,3% Jadi US$ 204,8 Miliar per Januari 2025
ILUSTRASI. posisi utang luar negeri Indonesia pada Januari 2025 tercatat sebesar US$ 427,5 miliar atau tumbuh 5,1% secara YoY


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2025 meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ULN di bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, posisi ULN Indonesia pada Januari 2025 tercatat sebesar US$ 427,5 miliar atau tumbuh 5,1% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan dengan posisi ULN Desember 2024 yang tumbuh 4,2% yoy.

"Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral," ungkapnya dikutip dari siaran pers, Senin (17/3).

Adapun untuk posisi ULN pemerintah pada Januari 2025 tercatat sebesar US$ 204,8 miliar atau tumbuh sebesar 5,3% yoy, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan 3,3% yoy pada bulan sebelumnya.

Denny menyebut, perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 424,8 Miliar Pada Kuartal IV-2024

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan pertumbuhan perekonomian.

Denny juga mengklaim mengklaim bahwa pengelolaan ULN pemerintah tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali, untuk mendukung belanja negara, antara lain sebanyak 22,6% dari porsi ULN Pemerintah disalurkan pada Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, selanjutnya sebanyak 17,8% untuk Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib.

Adapun untuk sektor Jasa Pendidikan porsi ULN Pemerintah sebesar 16,6%, kemudian sektor Konstruksi sebesar 12,1%, serta Jasa Keuangan dan Asuransi sebanyak 8,2% dari ULN Pemerintah.

"Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah," ungkap Denny.

Selanjutnya: Ini Cara Bayar Pendaftaran UTBK SNBT 2025 lewat Bank Mandiri Online dan ATM

Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Alfamart Hanya 7 Hari Periode 17-23 Maret 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×