kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Utang luar negeri melonjak lagi, ini kata ekonom Indef


Sabtu, 17 April 2021 / 08:36 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri pemerintah di bulan Februari naik 4,6%


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan utang luar negeri (ULN) pemerintah naik pada bulan Februari 2021. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh 4,6% atau naik lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2012 yang sebesar 2,8% yoy.

“Ini seiring dengan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 dan akselerasi program vaksinasi serta perlindungan sosial pada kuartal I-2021,” kata Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam laporan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (16/4). 

Menanggapi hal itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan, peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah ini masih belum berimbang dengan realisasi belanja pemerintah, terutama untuk penanganan Covid-19 pada kuartal I-2021. 

“Misalnya saja kita lihat dari realisasi belanja bantuan sosial di APBN 2021. Hingga akhir Februari 2021, hanya mencapai Rp 26,8 triliun atau baru 17,1% saja,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Jumat (16/4). 

Baca Juga: BI: Utang luar negeri Indonesia naik pada Februari 2021

Selain pertumbuhan utang yang lebih tinggi tak berkorelasi langsung dengan kenaikan belanja sosial, Bhima khawatir nantinya realisasi belanja pembayaran bunga utang secara keseluruhan makin mengambil porsi APBN. Pasalnya, beban bunga utang pasti naik. 

Apalagi, BI juga mencatat posisi ULN secara keseluruhan pada akhir Februari 2021 sebesar US$ 422,6 miliar atau naik dari US$ 420,7 miliar pada bulan sebelumnya. 

Pun dilihat dari pertumbuhan, posisi pada bulan Februari 2021 tercatat 4,0% yoy atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,7% yoy. 

Dengan pertumbuhan ini, rasio utang terhadap PDB tercatat 39,7%, relatif meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 39,6%. 

Baca Juga: Optimalkan layanan perbankan, Indonesia Financial Group gandeng Bank BTN




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×