CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 420,7 miliar pada Januari 2021


Senin, 15 Maret 2021 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 420,7 miliar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia di akhir Januari 2021 meningkat dari posisi ULN di Desember 2020. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 420,7 miliar, atau lebih tinggi dari posisi di bulan Desember 2020 yang sebesar US$ 417,5 miliar, terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 213,6 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 207,1 miliar.

Meski meningkat, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan ULN Indonesia pada Januari 2021 yang sebesar 2,6% yoy menurun dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,4% yoy. “Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut terjadi pada ULN pemerintah dan ULN swasta,” ujar Erwin dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (15/3). 

Terperinci, ULN pemerintah bulan Januari 2021 tumbuh 2,8% yoy, atau lebh rendah dari pertumbuhan bulan Desember 2020 yang sebesar 3,3% yoy. Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh pembayaran pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo. 

Baca Juga: Ancang-ancang Taper Tantrum, Jebakan Banjir Likuiditas dari Amerika

Kemudian, pertumbuhan ULN swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,8% yoy. 

Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. 

Pada akhir Januari 2021, ULN PBLK tumbuh 4,9% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% yoy. Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat minus 6,1% yoy, lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar minus 4,7% yoy.

Baca Juga: Sinyal Waspada Pemulihan Ekonomi AS, Jangka Pendek Capital Outflow Sulit Dihindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×