kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 420,7 miliar pada Januari 2021


Senin, 15 Maret 2021 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 420,7 miliar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia di akhir Januari 2021 meningkat dari posisi ULN di Desember 2020. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 420,7 miliar, atau lebih tinggi dari posisi di bulan Desember 2020 yang sebesar US$ 417,5 miliar, terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 213,6 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 207,1 miliar.

Meski meningkat, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan ULN Indonesia pada Januari 2021 yang sebesar 2,6% yoy menurun dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,4% yoy. “Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut terjadi pada ULN pemerintah dan ULN swasta,” ujar Erwin dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (15/3). 

Terperinci, ULN pemerintah bulan Januari 2021 tumbuh 2,8% yoy, atau lebh rendah dari pertumbuhan bulan Desember 2020 yang sebesar 3,3% yoy. Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh pembayaran pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo. 

Baca Juga: Ancang-ancang Taper Tantrum, Jebakan Banjir Likuiditas dari Amerika

Kemudian, pertumbuhan ULN swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,8% yoy. 

Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. 

Pada akhir Januari 2021, ULN PBLK tumbuh 4,9% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% yoy. Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat minus 6,1% yoy, lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar minus 4,7% yoy.

Baca Juga: Sinyal Waspada Pemulihan Ekonomi AS, Jangka Pendek Capital Outflow Sulit Dihindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×