kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Uang Beredar Melambat: Ini Sinyal Ekonomi Indonesia Sebenarnya!


Kamis, 09 April 2026 / 05:35 WIB
Uang Beredar Melambat: Ini Sinyal Ekonomi Indonesia Sebenarnya!
ILUSTRASI. Uang Beredar Maret 2026 Melambat, BI Ungkap Sinyal Perubahan Likuiditas Ekonomi Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang primer Maret 2026 melambat jadi 16,8% yoy. Simak penyebab, komponen, dan dampaknya ke ekonomi.


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pertumbuhan uang beredar di Indonesia menunjukkan perlambatan pada Maret 2026, menjadi sinyal perubahan dinamika likuiditas dalam perekonomian nasional.

Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted mencapai Rp 2.396,5 triliun pada Maret 2026, dengan pertumbuhan 16,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 18,3% dengan posisi Rp 2.227,7 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pertumbuhan ini masih berlanjut meski dengan laju yang lebih moderat.

“Uang primer adjusted pada Maret 2026 tumbuh 16,8% (yoy), melanjutkan tren pertumbuhan bulan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Perlambatan ini mencerminkan bahwa ekspansi likuiditas masih terjadi, namun dengan ritme yang lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya.

Tonton: Presiden Prabowo Perintahkan Bahlil Cabut Ratusan Izin Tambang Bermasalah

Ditopang Giro Bank dan Uang Kartal

BI menjelaskan, pertumbuhan uang primer pada Maret 2026 masih didorong oleh dua komponen utama, yaitu giro bank umum dan uang kartal.

Giro bank umum di BI (adjusted) tumbuh signifikan sebesar 41,8% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas di sektor perbankan masih dalam kondisi longgar.

Sementara itu, uang kartal yang beredar di masyarakat meningkat 8,6% yoy. Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas transaksi masyarakat yang tetap berjalan, meskipun tidak sekuat periode sebelumnya.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan insentif likuiditas yang diterapkan oleh Bank Indonesia, yang turut menopang ekspansi uang primer sepanjang Maret 2026.

Tonton: BREAKING: Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan! Tapi Siap Serang Balik Kapan Saja

Peran Uang Primer dalam Ekonomi

Sebagai informasi, uang primer atau M0 adjusted merupakan bagian dari basis moneter yang mencakup:
- Uang kartal (uang kertas dan logam) yang beredar di masyarakat  
- Cadangan bank di bank sentral, termasuk simpanan bank umum di BI  

Instrumen ini menjadi fondasi dalam proses penciptaan uang di perekonomian. Perubahan pada uang primer umumnya berdampak luas terhadap likuiditas perbankan, suku bunga, hingga aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Baca Juga: Biaya Haji 2026 Tetap Turun Meski Avtur Melonjak 80%, Ini Sebabnya

Sinyal Stabilitas dan Tantangan ke Depan

Dengan pertumbuhan yang mulai melambat, arah kebijakan moneter ke depan akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Perlambatan ini bisa menjadi sinyal bahwa Bank Indonesia mulai mengelola likuiditas secara lebih hati-hati, di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

Ke depan, respons sektor keuangan serta efektivitas kebijakan moneter akan sangat menentukan apakah momentum pertumbuhan ekonomi dapat tetap terjaga tanpa memicu tekanan inflasi berlebih.






Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/08/214419026/uang-beredar-maret-2026-melambat-sinyal-apa-ini.

 

IRGC Serang Kapal Amfibi AS! Ribuan Marinir Terpaksa Mundur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×