kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tuntut kenaikan upah, aktivis buruh konsolidasi


Senin, 23 September 2013 / 18:42 WIB
Tuntut kenaikan upah, aktivis buruh konsolidasi
ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Serikat buruh berusaha menyusun strategi untuk menyampaikan tuntutan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2014 sebesar 50%. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan konsolidasi antar Dewan Pengupahan Daerah dari unsur buruh dan pimpinan serikat buruh se-Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, upaya pengumpulan unsur buruh tersebut dilakukan untuk merumuskan tuntutan mereka. "Pertama, kami akan merumuskan strategi agar UMP tahun depan naik 50% secara rata-rata nasional. Kedua, kami akan menentukan kepastian tanggal untuk menggelar mogok nasional," kata Said saat dihubungi Kontan, Senin (23/9).

Said mengatakan, bahwa rapat koordinasi akbar antar elemen buruh akan digelar pada 30 September 2013 pekan depan. Ia berharap, pertemuan itu bisa disepakati buruh, terutama dalam menyampaikan tuntutan kenaikan upah sebesar 50%.

Selain itu, Said bilang, jika pertemuan itu menyepakati aksi mogok nasional, maka diperkirakan akan ada 3 juta buruh di 20 provinsi dan 200 kabupaten/kota yang melakukannya. Ia berharap, pertemuan tersebut seluruh buruh bisa bersatu dan satu suara dalam memperjuangkan kenaikan upah di tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×