kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tujuh K/L ini peroleh opini disclimer dari BPK


Jumat, 05 Juni 2015 / 17:51 WIB
Tujuh K/L ini peroleh opini disclimer dari BPK
ILUSTRASI. Kode Redeem FF Hari ini 21 Desember 2023, Cek Cara Klaim Reward Room Card hingga Skin


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) terjadi penurunan. Itu terlihat dari menurunnya jumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang menerima opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Secara umum, ada 63 K/L yang menerima opini WTP, dan yang mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian ada 18 K/L. Sedangkan yang mendapat opini tidak memberikan pendapat alias disclimer sebanyak 7 K/L.

Laporan itu disampaikan Ketua BPK Harry Azhar Azis kepada Jokowi. Dalam kesempatan tersebut Jokowi kemudian menyebutkan satu persatu K/L yang mendapatkan opini disclimer. "Ini saya hanya menyebutkan hasil, bukan memberi opini ya," kata Jokowi, Jumat (5/6) di Istana Bogor.

Berikut daftar K/L yang mendapatkan opini disclimer tersebut;

1. Badan Informasi Geospasial

2. Kementeraian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

3. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigras

4. Kementerian Informasi dan Komunikasi

5. Lembaga Penyiaran Pemerintah (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI)

6. Lembaga Penyiaran Pemerintah (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan

7. Ombudsman

Memang, dalam laporannya BPK menyebutkan ada permasalahan utang kepada pihak ketiga yang dimiliki oleh TVRI dan Kemeninfo. Untuk Kemeninfo jumlah utang yang bermasalah itu mencapai Rp 1,12 triliun, sedangkan untuk TVRI sebesar 59,12 miliar.

Jokowi mengatakan, hasil ini harus diterima sebagai momentum untuk berbenah dan memperbaiki diri. Oleh karenanya, pemerintahannya bertekad untuk memperbaiki kualitas LKPP agar lebih akuntabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×