kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar pada November 2025


Jumat, 05 Desember 2025 / 11:37 WIB
BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 150,1 Miliar pada November 2025
ILUSTRASI. Kapal peti kemas SITC FUJIAN Hong Kong melakukan bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/11/2025). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/nym. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 150,1 miliar.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 150,1 miliar. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 149,9 miliar pada Oktober 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. 

Kenaikan cadangan devisa ini terjadi di tengah upaya BI menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Dato’ Sri Tahir Raih “Lifetime Achievement” Award, People of The Year 2025

“Posisi cadangan devisa pada akhir November 2025 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Ramdan dikutip dari siaran pers, Jumat (5/12/2025).

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan tetap solid, didukung prospek ekspor yang terjaga dan arus masuk penanaman modal asing yang diperkirakan terus berlanjut. 

Persepsi positif investor terhadap perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik turut menjadi katalis utama.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkap Ramdan.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Aturan Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×