kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.204   -60,99   -0,74%
  • KOMPAS100 1.156   -11,71   -1,00%
  • LQ45 828   -11,16   -1,33%
  • ISSI 294   -1,60   -0,54%
  • IDX30 431   -4,38   -1,01%
  • IDXHIDIV20 516   -5,50   -1,06%
  • IDX80 129   -1,42   -1,09%
  • IDXV30 142   -0,82   -0,57%
  • IDXQ30 139   -1,92   -1,36%

Total 2.980 Kasus Omicron di Indonesia, Kenali 5 Gejala Utama yang Harus Diwaspadai


Rabu, 02 Februari 2022 / 09:34 WIB
Total 2.980 Kasus Omicron di Indonesia, Kenali 5 Gejala Utama yang Harus Diwaspadai
ILUSTRASI. Data Satgas mencatat, hingga Senin (31/1/2022), total ada 2.980 varian Omicron di Indonesia. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Kehilangan bau dan rasa 

Kehilangan bau dan rasa merupakan gejala yang menentukan pada awal pandemi dan banyak orang tidak pernah mengalami ini. 

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang menderita Long Covid, ini berubah menjadi parosmia, di mana bau yang dulu menyenangkan seperti sampo, menjadi bau yang menjijikkan. 

Dengan Omicron, ini jauh lebih jarang terjadi dan hanya satu dari lima orang yang melaporkan hal ini.

Baca Juga: WHO: Omicron Versi Siluman Memiliki Tingkat Keparahan Sama Dengan Asli

4. Nyeri otot atau nyeri punggung

Laporan pertama Omicron dari Afrika Selatan termasuk nyeri punggung bawah sebagai gejala dan laporan dari negara lain termasuk juga mialgia atau nyeri otot.

5. Kelelahan

Gejala ini tetap muncul sejak virus corona baru muncul dan masih merupakan salah satu gejala paling umum dari Covid-19, yang mungkin juga membantu orang membedakannya dari flu biasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×