kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tony Abbott: Australia hargai kedaulatan Indonesia


Senin, 30 September 2013 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Lewat m-Banking BCA, BNI, Mandiri, BRI, dan BTN Bisa Top Up GoPay, Ini Caranya.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, Australia menghargai kedaulatan Indonesia terhadap Papua. Ia juga tidak menjadikan Australia sebagai pijakan untuk memecah belah Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Abbott setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Senin (30/9).

"Saya ingin mengatakan secara pribadi dan secara publik, bahwa Australia menghormati sepenuhnya kedaulatan Indonesia dan menghormati secara penuh integrasi teritorial Indonesia," terang Abbott dalam konferensi bersama SBY.

Abbott menegaskan, Australia tidak setuju dengan tindakan-tindakan yang menggunakan negara kanguru tersebut sebagai dasar untuk mengambil posisi menentang Indonesia.

Ia mengatakan, Pemerintah Australia menghargai apa yang telah dilakukan Indonesia di Papua dan berharap Papua yang diberikan otonomi khusus itu akan berkembang ke depan dalam NKRI.

"Saya sangat yakin, masyarakat Papua bisa mendapatkan penghidupan dan masa depan yang terbaik sebagai bagian dari Indonesia," tutur Abbott.

Terkait penyelundupan manusia, Abbott mengatakan menghargai apa yang telah dilakukan oleh Indonesia dan Pemerintah Australia di masa lalu.

Karena itu, Pemerintah Indonesia dan Australia akan membicarakan lebih lanjut terkait penyelesaian persoalan people smuggling tersebut baik di darat, laut dan di perbatasan-perbatasan kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×