kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tony Abbott: Australia hargai kedaulatan Indonesia


Senin, 30 September 2013 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Lewat m-Banking BCA, BNI, Mandiri, BRI, dan BTN Bisa Top Up GoPay, Ini Caranya.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, Australia menghargai kedaulatan Indonesia terhadap Papua. Ia juga tidak menjadikan Australia sebagai pijakan untuk memecah belah Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Abbott setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Senin (30/9).

"Saya ingin mengatakan secara pribadi dan secara publik, bahwa Australia menghormati sepenuhnya kedaulatan Indonesia dan menghormati secara penuh integrasi teritorial Indonesia," terang Abbott dalam konferensi bersama SBY.

Abbott menegaskan, Australia tidak setuju dengan tindakan-tindakan yang menggunakan negara kanguru tersebut sebagai dasar untuk mengambil posisi menentang Indonesia.

Ia mengatakan, Pemerintah Australia menghargai apa yang telah dilakukan Indonesia di Papua dan berharap Papua yang diberikan otonomi khusus itu akan berkembang ke depan dalam NKRI.

"Saya sangat yakin, masyarakat Papua bisa mendapatkan penghidupan dan masa depan yang terbaik sebagai bagian dari Indonesia," tutur Abbott.

Terkait penyelundupan manusia, Abbott mengatakan menghargai apa yang telah dilakukan oleh Indonesia dan Pemerintah Australia di masa lalu.

Karena itu, Pemerintah Indonesia dan Australia akan membicarakan lebih lanjut terkait penyelesaian persoalan people smuggling tersebut baik di darat, laut dan di perbatasan-perbatasan kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×