kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Terdampak asap karhutla, sejumlah bandara masih menutup layanan penerbangan


Rabu, 18 September 2019 / 07:35 WIB
ILUSTRASI. Kabut asap di Bandara APT Pranoto, Samarinda


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyebabkan sejumlah bandara menutup layanan penerbangan. Hal ini dilakukan melihat jarak pandang yang belum terpenuhi. 

Beberapa layanan bandara di Sumatera dan Kalimantan ditutup sementara karena visibility yang belum terpenuhi sesuai dengan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia antara lain Bandar Udara APT Pranoto Samarinda dengan visibility 2.500 meter, Bandar Udara Melalan, Melalak dengan dengan visibility 700 meter, Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang dengan visibility 2.500 meter.

Ada juga Bandar Udara H.Asan Sampit dengan visibility 700 meter, Bandar Udara Sanggu Buntok visibility 200 meter, Bandar Udara Pangsuma, Putussibau visibility 2.000 meter, serta Bandar Udara Letung Anambas visibility 3.500 meter.

Baca Juga: Kabut asap menipis, penerbangan di Bandara Banjarmasin berangsur normal

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti mengatakan, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak asap.

“Kami akan terus memonitoring dan melaporkan kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak, dan personil di bandara agar terus siaga dan waspada,” ungkap Polana dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (18/9).

Dia juga mengatakan, penundaan dan pembatalan penerbangan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Dia mengatakan, terkait dengan penebangan harus ada kepastian semuanya layak untuk beroperasi.

Baca Juga: Karhutla, Polri tetapkan 218 orang dan 5 korporasi sebagai tersangka

Sementara itu, visibility Bandar Udara Kalimarau di Berau Kalimantan Timur sudah mengalami kemajuan. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartanto mengatakan, cuaca di Berau, pada Selasa (17/9) cerah dibandingkan beberapa hari yang lalu. 

“Kami dapat info dari METAR QAM pada pukul 07.00 WITA, visibility baru saja terpenuhi yaitu 3.500 meter, semoga kondisi ini terus membaik,” ujar Bambang. 

Dengan terpenuhinya visibility ini, Bambang mengatakan ada kemungkinan penerbangan akan kembali normal. Meski begitu, sampai saat ini belum ada kegiatan take off atau landing. Menurut Bambang, kegiatan tersebut masih menunggu cuaca kembali normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×