kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Tenaga kerja konstruksi Indonesia lulusan di bawah SMA masih dominan


Jumat, 26 Oktober 2018 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Pekerja dengan latar belakang gedung-gedung tinggi


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA).

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan, sampai saat ini jumlah tenaga kerja konstruksi mencapai 8,14 juta. Dari jumlah itu, yang memiliki latar belakang pendidikan di bawah SMA sebanyak 5,98 juta.

Sementara, pekerja yang berpendidikan di atas SMA hanya 2,15 juta. Lalu, pekerja yang telah bersertifikat masih terhitung mini baru 5,96% atau sekitar 485.534 orang.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengakui, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kondisi tenaga kerja konstruksi. Imbasnya, jumlah ini juga belum memadai untuk dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Perlu adanya upaya percepatan sertifikati tenaga kerja konstruksi, ini yang sedang kami dorong," kata Syarif di Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (25/10).

Apalagi, Syarif bilang guna mendukung keberhasilan suatu pembangunan juga harus diikuti oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk itu pemerintah juga melakukan berbagai upaya dan langkah strategis guna meningkatkan tenaga kerja konstruksi di antaranya melalui metode pelatihan dengan menggandeng banyak stakeholder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×