kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tenaga kerja konstruksi Indonesia lulusan di bawah SMA masih dominan


Jumat, 26 Oktober 2018 / 14:40 WIB
Tenaga kerja konstruksi Indonesia lulusan di bawah SMA masih dominan
ILUSTRASI. Pekerja dengan latar belakang gedung-gedung tinggi


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA).

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan, sampai saat ini jumlah tenaga kerja konstruksi mencapai 8,14 juta. Dari jumlah itu, yang memiliki latar belakang pendidikan di bawah SMA sebanyak 5,98 juta.

Sementara, pekerja yang berpendidikan di atas SMA hanya 2,15 juta. Lalu, pekerja yang telah bersertifikat masih terhitung mini baru 5,96% atau sekitar 485.534 orang.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengakui, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kondisi tenaga kerja konstruksi. Imbasnya, jumlah ini juga belum memadai untuk dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Perlu adanya upaya percepatan sertifikati tenaga kerja konstruksi, ini yang sedang kami dorong," kata Syarif di Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (25/10).

Apalagi, Syarif bilang guna mendukung keberhasilan suatu pembangunan juga harus diikuti oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk itu pemerintah juga melakukan berbagai upaya dan langkah strategis guna meningkatkan tenaga kerja konstruksi di antaranya melalui metode pelatihan dengan menggandeng banyak stakeholder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×