kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Temui Jokowi, Agum minta segel PSSI dibuka


Senin, 08 Juni 2015 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita 2023 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (15/12/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua dewan kehormatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Agum Gumelar menemui presiden Joko Widodo siang ini, Senin (8/6). Menurut Agum, salah satu tujuannya menemui Jokowi untuk membicarakan kisruh PSSI.

Ia meminta pemerintah dalam hal ini Kemnenterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencabut Surat Keputusan tentang pembekuan PSSI. Sebab, dengan adanya SK tersebut, PSSI tidak bisa menyelenggarakan kompetisi.

Apalagi, federasi sepakbola Internasional (FIFA) menangguhkan keanggotaan PSSI. Akibatnya, tim nasional Indonesia tidak bisa berlaga dalam turnamen sepakbola internasional.

FIFA juga tidak mengakui semua aktivitas sepakbola yang ada di Indonesia. "Menyelenggarakan kompetisi tidak di bawah statuta FIFA itu tidak mungkin," ujar Agum, Senin (8/6) di Istana Negara, Jakarta.

Oleh karenanya, menurut Agum satu-satunya jalan agar aktivitas sepakbola nasional kembali bergeliat adalah dengan mencabut pembekuan. Apalagi, dampak dari hilangnya kompetisi sangat besar terutama dari sisi ekonomi.

Banyak masyarakat yang menggantungan usahanya di bidang sepakbola. Meskipun demikian, Ia sepakat bahwa organisasi PSSI harus dibenahi bersama-sama, tanpa membekukan organisasinya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×