kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Tarif ojol di Jabodetabek akan naik, ini beberapa catatan YLKI


Selasa, 10 Maret 2020 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Kemenhub mengumumkan kenaikan tarif ojek online (ojol) di zona II atau di wilayah Jabodetabek per 16 maret 2020.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan kenaikan tarif ojek online (ojol) di zona II atau di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) per 16 maret 2020.

Kemenhub menaikkan biaya jasa batas bawah sebesar Rp 250 per km, dan biaya jasa batas bawah naik Rp 150 per km. Sehingga tarif batas bawah menjadi Rp 2.250 per km dan tarif batas atas menjadi Rp 2.650 per km. Sementara, biaya jasa minimal sebesar Rp 9.000 hingga Rp 10.500.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kenaikan tarif ojol ini memang masih dalam bisa dijangkau oleh konsumen. Namun, dia mengatakan setidaknya ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dengan kenaikan tarif ini.

Baca Juga: Tarif ojol di wilayah Jabotabek resmi naik mulai 16 Maret 2020

Pertama, terkait dengan pembuatan kebijakan, YLKI meminta agar pemerintah tak membuat sebuah kebijakan publik lantaran adanya tekanan dari massa. Menurutnya, penetapan sebuah kebijakan harus didasarkan pada kebutuhan.

“Jangan sampai kenaikan ini dilakukan karena ada aksi demonstrasi. Dari sisi kebijakan publik itu tidak sebat kalau ada tekanan-tekanan dari massa,” ujar Tulus, Selasa (10/3).

Kedua, YLKI mengingatkan bahwa sepeda motor memiliki tingkat keamanan yang paling rendah khususnya untuk angkutan unum. “Munculnya ojek online itu kecelakaan sejarah karena kita terlambat merespons dan mewujudkan angkutan umum yang manusiawi, memadai dan terjangkau oleh konsumen,” tutur Tulus.

Mengingat tingkat keamanannya yang rendah, Tulus meminta agar keamanan bagi pengguna ojol dan pengemudi ditingkatkan, sehingga kecelakaan dapat dihindari.

Baca Juga: Tarif naik, Gojek dan Grab prediksi frekuensi permintaan terhadap ojol turun sesaat




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×