kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tangkal Dampak Negatif Pelemahan Ekonomi China, Ini Saran Ekonom ke Pemerintah RI


Kamis, 10 Agustus 2023 / 19:05 WIB
Tangkal Dampak Negatif Pelemahan Ekonomi China, Ini Saran Ekonom ke Pemerintah RI
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang. Indonesia Bisa Lakukan Ini untuk Tangkal Dampak Negatif Perlambatan Ekonomi China


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Roda perekonomian China terlihat melambat dalam beberapa waktu terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional China nampak menurun pada bulan Juli 2023. 

Bea Cukai China mencatat bahwa impor China turun 12,4% dan ekspor pun turun 14,5% pada Juli 2023. 

Penurunan aktivitas perdagangan internasional ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 untuk melambat. 

Apalagi ditambah, aktivitas konstruksi, manufaktur dan jasa, juga aliran investasi asing langsung yang melemah. 

Baca Juga: Dampak Pelemahan Ekonomi China Sudah Terasa di Indonesia

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan bahwa dampak perlambatan ekonomi China bakal terasa di Indonesia. 

Dampak tersebut datang dari jalur perdagangan. Mengingat, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. 

Pada tahun lalu, porsi ekspor ke China sekitar 22,6% dari total ekspor Indonesia. Sedangkan total impor dari China mencapai 28,5% dari total impor Indonesia. 

"Dampak paling signifikan ke Indonesia akan datang dari sisi perdagangan. Ada perlambatan permintaan perdagangan dari China," tutur Riefky kepada Kontan.co.id, Kamis (10/8). 

Riefky melanjutkan, dampak perlambatan ekonomi China ini sudah dirasakan Indonesia berupa penurunan ekspor. 

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17%, Bahlil: Salah Satu yang Tertinggi di Dunia

Bahkan, Riefky menilai dampak ini belum seberapa. Masih ada kemungkinan perlambatan permintaan dari China lebih besar lagi, sehingga menjadi lampu merah bagi kinerja ekspor. 

Riefky mendorong pemerintah untuk mengambil kuda-kuda. Selain itu, menanggulangi dampak negatif saat ini, juga untuk mengantisipasi kemungkinan yang sama di masa depan. 

Yang perlu dilakukan adalah dengan diversifikasi pasar ekspor dan impor. "Sehingga, kita tidak bergantung besar pada China," tambah Riefky. 

Lebih lanjut, dengan mempertimbangkan dinamika tersebut, Riefky pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 sebesar 4,9% yoy hingga 5,0% yoy. 

Ini melambat dibandingkan capaian pertumbuhan ekonomI indonesia pada tahun 2022 yang sebesar 5,31% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×