kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Tak Bisa Sembunyi, Ditjen Pajak Klaim Coretax Bisa Ungkap Rahasia Wajib Pajak


Kamis, 09 April 2026 / 09:28 WIB
Tak Bisa Sembunyi, Ditjen Pajak Klaim Coretax Bisa Ungkap Rahasia Wajib Pajak
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Pajak ungkap Coretax kini bisa melihat semua data yang sebelumnya luput.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax kini semakin mampu menyingkap data perpajakan yang sebelumnya sulit terdeteksi.

Dengan integrasi data yang lebih kuat, berbagai informasi yang dulu luput kini dapat terlihat secara lebih jelas.

"Kalau Bapak/Ibu merasakan Coretax kok tahu semua rahasia ya?  Kok bukti potong yang sudah lupa pun muncul di situ? Di makronya, sekarang sudah makin terang beneran," kata Bimo dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Rabu (8/4/2026).

Ia menggambarkan, kondisi perpajakan saat ini ibarat jalan yang sebelumnya gelap, kini sudah dipasangi lampu sehingga berbagai aktivitas dapat terpantau. 

Baca Juga: Cadangan Devisa Turun, BI Hadapi Tekanan Global dan Mahal Biaya Stabilkan Rupiah

Dengan sistem baru tersebut, DJP) dapat mengidentifikasi potensi ketidakpatuhan yang sebelumnya tersembunyi.

"Jalan-jalan yang dulu masih jalan gelap, lampunya sudah diterangi dan sudah ketahuan," katanya.

Bimo menegaskan, di tenga proyeksi ekonomi ke depan yang dinilai tidak menentu, potensi ketidakpatuhan wajib pajak masih menjadi tantangan besar bagi otoritas pajak. 

Oleh karena itu, DJP akan mengandalkan data sebagai basis utama dalam mengawasi dan meningkatkan kepatuhan.

"Walaupun kondisi ekonomi prediction ke depan mungkin akan sangat tidak menentu, tapi ketidakpatuhan non-compliance itu masih ada Bapak/Ibu. Jadi ya kami capture sesuai dengan data yang ada," imbuh Bimo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×