kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.943   -69,00   -0,38%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

BEM UI Gelar Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, Polda Kerahkan 4.151 Personel


Jumat, 12 Juni 2026 / 11:36 WIB
BEM UI Gelar Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, Polda Kerahkan 4.151 Personel
ILUSTRASI. Mahasiswa Gelar Aksi Indonesia Gelap (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Polda Metro Jaya mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Jumlah personel tersebut terdiri dari 3.651 anggota Polri dan 500 personel TNI yang disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan lalu lintas di pusat ibu kota.

Baca Juga: DPR dan Pemerintah Naikkan Target Pendapatan Negara di 2027, Minimal 12,01% dari PDB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

"Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya," ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pengaturan lalu lintas, potensi konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, pengamanan fasilitas umum, hingga pencegahan tindak kriminalitas selama aksi berlangsung.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI apabila terjadi kepadatan kendaraan.

Namun, penerapannya akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan keselamatan peserta aksi maupun pengguna jalan.

Baca Juga: BI Tambah Amunisi Jaga Rupiah, Perluas Kerja Sama Swap dengan China

Di sisi lain, BEM UI mengakui demonstrasi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi aksi.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul.

"Teruntuk warga Jakarta, utamanya di sekitar Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari," katanya.

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Mereka membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Baca Juga: APDESI Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Yatalathof menilai kemacetan akibat demonstrasi hanya bersifat sementara. Menurutnya, persoalan yang lebih mendesak adalah terbatasnya mobilitas sosial, sempitnya lapangan pekerjaan, serta ketidakpastian masa depan yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×