kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.139   52,00   0,29%
  • IDX 5.967   42,22   0,71%
  • KOMPAS100 775   4,11   0,53%
  • LQ45 592   2,55   0,43%
  • ISSI 206   2,31   1,13%
  • IDX30 334   0,87   0,26%
  • IDXHIDIV20 414   0,68   0,17%
  • IDX80 88   0,44   0,50%
  • IDXV30 113   0,24   0,21%
  • IDXQ30 107   0,14   0,14%

Survei BI: Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi KPR Untuk Beli Rumah


Selasa, 20 Februari 2024 / 05:45 WIB
Survei BI: Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi KPR Untuk Beli Rumah
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (5/9/2023). Survei BI: Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi KPR Untuk Beli Rumah.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam mendapatkan hunian impiannya, sebagian besar masyarakat mengandalkan kredit pemilikan rumah (KPR). 

Hasil Survei Bank Indonesia (BI) yang terbit Senin (19/2) menunjukkan, sebanyak 75,89% responden menyatakan mengambil KPR menjadi opsi bagi pembiayaan rumah tapak. 

Disusul dengan 17,24% responden yang mengambil opsi pembayaran tunai bertahap. Hanya sekitar 6,73% responden saja yang membeli rumah secara tunai. 

Baca Juga: Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi Penarikan KPR Untuk Beli Rumah

Meski demikian, data BI menunjukkan kalau pada kuartal IV-2023, total nilai KPR dan kredit pemilikan apartment (KPA) tumbuh 12,17% yoy, relatif melambat tipis dari pertumbuhan 12,32% yoy pada kuartal sebelumnya. 

Lebih lanjut, sedangkan dari sisi pembangunan properti residensial, mayoritas para pengembang menggunakan dana internal perusahaan dengan pangsa sebesar 72,82%. 

Baca Juga: Pada September 2023, Masyarakat Lebih Banyak Belanja Daripada Menabung

Sedangkan 16,07% pengembang yang jadi responden mengambil opsi menarik pinjaman dari perbankan dan 7,14% mengambil opsi pembayaran dari konsumen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×