kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.147   60,00   0,33%
  • IDX 5.933   8,28   0,14%
  • KOMPAS100 771   0,02   0,00%
  • LQ45 589   -0,44   -0,07%
  • ISSI 205   1,30   0,64%
  • IDX30 333   -0,48   -0,14%
  • IDXHIDIV20 412   -1,02   -0,25%
  • IDX80 88   0,06   0,06%
  • IDXV30 112   -0,07   -0,06%
  • IDXQ30 107   -0,40   -0,37%

Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi Penarikan KPR Untuk Beli Rumah


Senin, 19 Februari 2024 / 17:50 WIB
Masyarakat Lebih Banyak Ambil Opsi Penarikan KPR Untuk Beli Rumah
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/2). Sebagian Besar Masyarakat Gunakan Opsi Penarikan KPR untuk Beli Rumah.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam mendapatkan hunian impiannya, sebagian besar masyarakat mengandalkan kredit pemilikan rumah (KPR). 

Hasil Survei Bank Indonesia (BI) yang terbit Senin (19/2) menunjukkan, sebanyak 75,89% responden menyatakan mengambil KPR menjadi opsi bagi pembiayaan rumah tapak. 

Disusul dengan 17,24% responden yang mengambil opsi pembayaran tunai bertahap. Hanya sekitar 6,73% responden saja yang membeli rumah secara tunai. 

Baca Juga: BTN Syariah Tumbuh Merekah

Meski demikian, data BI menunjukkan kalau pada kuartal IV-2023, total nilai KPR dan kredit pemilikan apartment (KPA) tumbuh 12,17% yoy, relatif melambat tipis dari pertumbuhan 12,32% yoy pada kuartal sebelumnya. 

Lebih lanjut, sedangkan dari sisi pembangunan properti residensial, mayoritas para pengembang menggunakan dana internal perusahaan dengan pangsa sebesar 72,82%. 

Baca Juga: Pilih Sendiri Bunga KPR BTN Yang Ramah Di Kantong

Sedangkan 16,07% pengembang yang jadi responden mengambil opsi menarik pinjaman dari perbankan dan 7,14% mengambil opsi pembayaran dari konsumen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×