kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Surplus neraca dagang Juli & Agustus buat neraca transaksi berjalan berbalik surplus


Kamis, 16 September 2021 / 19:32 WIB
Surplus neraca dagang Juli & Agustus buat neraca transaksi berjalan berbalik surplus
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas pada kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Surplus neraca dagang Juli dan Agustus buat neraca transaksi berjalan berbalik surplu


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja perdagangan barang masih untung pada dua bulan pertama kuartal III 2021. Setelah pada Juli 2021, neraca perdagangan mencetak surplus US$ 2,60 miliar, neraca dagang Agustus 2021 kembali mencatat surplus. 

Tak tanggung-tanggung, Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, surplus neraca perdagangan Agustus 2021 sebesar US$ 4,74 miliar, dan bahkan yang tertinggi sepanjang sejarah. 

Dengan kinerja surplus neraca perdagangan di dua bulan pertama kuartal III 2021, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan neraca transaksi berjalan kuartal III 2021 berpotensi surplus. 

“Diperkirakan neraca transaksi berjalan kuartal III 2021 bisa surplus kecil, di bawah US$ 1 miliar,” ujar Riefky kepada Kontan.co.id, Kamis (16/9). 

Baca Juga: Surplus neraca dagang Agustus persempit defisit transaksi berjalan kuartal III 2021

Selain didorong oleh kinerja surplus Juli 2021 dan Agustus 2021, Riefky juga memperkirakan neraca perdagangan September 2021 masih mencetak surplus. 

Surplus tersebut masih ditopang oleh peningkatan ekspor, didorong oleh peningkatan harga komoditas dan masih meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia. 

Ke depan, Riefky memperkirakan transaksi berjalan di akhir 2021 masih akan mencetak defisit, sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar. Namun, defisit transaksi berjalan ini tak melulu berarti negatif. 

“Ini malah menunjukkan kalau perekonomian lebih menggeliat, yang tercermin dari peningkatan impor. Ini akan menekan surplus neraca perdagangan,” tandasnya. 

Selanjutnya: Kinerja impor pada bulan lalu tersulut pelonggaran PPKM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×