kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sulit menambah lahan untuk tanam kedelai


Kamis, 26 Juli 2012 / 22:29 WIB
ILUSTRASI. Ada beberapa efek samping daun sirih yang sebaiknya Anda perhatikan.


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Sebenarnya bukan cuma masalah harga yang membelit kedelai. Pasokan lahan yang mandek turut menambah pelik masalah kedelai di dalam negeri.

Saat ini, total luas lahan tanam kedelai hanya sekitar 700 hektare. Padahal, Menteri Pertanian, Suswono bilang, idealnya luas lahan tanam kedelai 1,5 juta hektare.

Namun, untuk mencapai luas ideal itu tentu harus bertahap. Makanya, kata Suswono, sejak dirinya bergabung di Kabinet Indonesia Bersatu jilid kedua telah meminta tambahan lahan awal sebesar 500 ribu hektare kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Kehutanan.

Sayang, hingga kini permintaan itu urung terwujud. ''Untuk meminta 500 ribu hektare saja ternyata tidak gampang," ujar Suswono di Istana Negara, Kamis sore (26/7).

Saat ini, BPN sedang mendata lahan-lahan pertanian dan perkebunan telantar. Totalnya ada 7,2 juta hektare dan baru 13 ribu hektare tercatat sebagai lahan yang benar-benar telantar.

Cuma, dalam proses pendataan itu BPN mengalami ganjalan untuk mengambil alih lahan-lahan telantar. Pasalnya, menurut Suswono, banyak lahan telantar yang mempunyai hak guna usaha. ''Saat ini BPN sedang mencari solusi supaya lahan jangan telantar tapi dimanfaatkan," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×