kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Sudah ada jatah menteri untuk PDI-P?


Rabu, 24 September 2014 / 23:28 WIB
ILUSTRASI. China akan menggelar latihan militer selama tiga hari di sekitar Taiwan mulai Sabtu (8/4).


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mengklaim telah mengetahui jumlah kursi yang akan diberikan kepada partainya dalam kabinet presiden terpilih Joko Widodo. Meski demikian, komposisi menteri itu masih rahasia dan menjadi kewenangan penuh Jokowi.

"Aku tahu (jatah kursinya), tapi aku enggak berani ngomong," kata Eva saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Rabu (24/9).

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, PDI Perjuangan akan mendapatkan jatah kursi terbesar dibandingkan partai pengusung lainnya. Namun, Eva menepis hal itu.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, pembagian jatah menteri untuk parpol saat ini masih dalam tahap pembicaraan yang sangat fleksibel. Salah satu hal yang memengaruhi jatah kursi menteri dari parpol itu adalah kemungkinan adanya partai anggota Koalisi Merah Putih untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

"Enggak, itu masih fleksibel dan masih menunggu ada yang gabung dari KMP (Koalisi Merah Putih). Kita akan rombak lagi," kata dia.

Eva menambahkan, salah satu partai yang mendapat jatah menteri adalah Partai Demokrat. Meski begitu, Eva tidak menyebutkan alasan mengapa Demokrat termasuk yang mendapatkan jatah menteri dari Jokowi.

Menurut Eva, partainya menghormati keputusan Partai Demokrat untuk menjadi partai penyeimbang di luar pemerintahan. Untuk itu, PDI Perjuangan tidak akan menawarkan kepada partai tersebut untuk bergabung dan mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. "Kita hormati fatsun dari masing-masing ketua umum parpol,” katanya. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×