kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Strategi BPJamsostek bidik 23,5 juta peserta baru tahun 2020


Selasa, 14 Januari 2020 / 17:19 WIB
Strategi BPJamsostek bidik 23,5 juta peserta baru tahun 2020
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) didampingi Dirut BP Jamsostek Agus Susanto (kanan) berbincang pada acara sosialisasi kenaikan manfaat Jaminan Sosial yang tertuang dalam PP 82 Tahun 2019 di Bidakara, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Peningkatan man

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketengakerjaan (BPJamsostek) menargetkan akan ada 23,5 juta peserta baru di 2020. Angka itu meningkat dari target peserta baru tahun lalu yang sebesar 20,8 juta peserta.

Direktur Kepesertaan BPJamsostek Ilyas Lubis mengatakan, adanya peningkatan target ini didorong oleh perekonomian Indonesia di 2020 yang jauh lebih baik. Dia mengatakan, ekonomi yang semakin berkembang akan membantu meningkatkan lapangan kerja.

Baca Juga: Tidak ada kenaikan iuran atas tambahan manfaat BPJamsostek

"Kita ikut optimisme pemerintah, dengan tingkat investasi yang masuk begitu banyak, itu akan membuka lapangan kerja. Apalagi kalau investor asing, mereka relatif ikut [BPJamsostek], karena mereka tidak mau ada kerawanan, itu kan hak pekerja," ujar Ilyas, Selasa (14/1).

Tahun lalu, dari target 20,8 juta, Ilyas menerangkan terdapat lebih dari 23 juta peserta baru yang mendaftar. Meski banyak peserta baru, banyak pula peserta yang keluar dari program BPJamsostek setiap tahunnya.

"Jadi ada masuk 23 juta, keluar lagi. Ini karena pola hubungan kerja kita ada yang kontrak. Habis kontrak keluar dulu, ambil jaminan hari tuanya. Biasanya, yang stay itu kita sebut sebagai peserta aktif. Biasanya dari yang masuk 23 juta, yang stay itu seperempat atau 25%-30% tetap, sisanya keluar masuk," tutur Ilyas.

Baca Juga: Tingkatkan layanan, BPJS Kesehatan fokus lakukan pembaharuan

Sejauh ini, BPJamsostek mencatat terdapat sekitar 650.000 pemberi kerja yang sudah mengikuti program BPJamsostek. Dari jumlah tersebut, 20% merupakan perusahaan besar dan menengah, sementara 80% merupakan usaha kecil dan menengah.

Dengan jumlah pemberi kerja tersebut, sampai saat ini total peserta yang terdaftar sebanyak 54,5 juta pekerja.

Ilyas mengakui, sampai saat ini masih banyak pemberi kerja dari sektor usaha kecil menengah yang belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJamsostek. Karena itu, menurutnya dibutuhkan edukasi dan sosialisasi dengan cara yang berbeda kepada golongan usaha kecil dan menengah.

Baca Juga: Tahun ini, industri alas kaki bakal lebih banyak investasi untuk relokasi

Berdasarkan studi yang dilakukan BPJamsostek, sebagian besar pekerja dari usaha kecil dan menengah sebenarnya memiliki kemampuan untuk membayar iuran, namun diperlukan edukasi untuk meningkatkan kemampuan membayarnya.

Namun, Ilyas pun mengatakan BPJamsostek akan terus meningkatkan peserta dari sektor informal. Menurutnya, jangan sampai kesejahteraan pekerja di sektor informal terancam karena tidak dilindungi oleh jaminan sosial.




TERBARU

Close [X]
×