kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Sri Mulyani: Transformasi digital jadi alternatif untuk negara kembali bangkit


Selasa, 23 Maret 2021 / 13:10 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Sri Mulyani mengambil contoh, negara Amerika Serikat (AS) pernah dibobol data ASN-nya. Kemudian, badan pengelola jaminan kesehatan Inggris juga pernah dibobol. Pun data kesehatan Singapura juga pernah dibobol juga oleh peretas. Ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk melindungi data. 

Ketiga, terkait sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, saat ini memang banyak orang yang sudah memiliki kapasitas, terpelajar, dan memiliki kemampuan untuk menghadapi transformasi digital. Namun, masih banyak pula yang belum mampu. 

Baca Juga: Defisit anggaran hingga Februari mencapai Rp 63,6 triliun

“Masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). Jadi ini kita butuh sekali investasi SDM untuk membuat mereka menjadi sangat siap (ready) untuk transformasi digital,” katanya. 

Terakhir, pemerintah juga harus waspada dengan apa yang akan terjadi setelah Covid-19 ini selesai. Sri Mulyani pun mengutip dari salah satu riset PT SMI. Menurut hasil riset tersebut, ada kekhawatiran akan ada kesenjangan yang melebar antara mereka yang melek teknologi dan yang tidak melek teknologi. 

Tak hanya terkait teknologi, diperkirakan akan terjadi disparitas tentang pendapatan. Makanya, pemerintah harus sigap dari sekarang untuk memeratakan transformasi digital agar hal tersebut bisa diminimalisir. 

Selanjutnya: Ekonomi Indonesia diperkirakan masih terkontraksi hingga minus 2% pada kuartal I

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×