kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.710   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.664   67,78   1,03%
  • KOMPAS100 871   12,33   1,44%
  • LQ45 661   8,80   1,35%
  • ISSI 232   2,52   1,10%
  • IDX30 370   4,67   1,28%
  • IDXHIDIV20 457   6,50   1,44%
  • IDX80 99   1,43   1,46%
  • IDXV30 127   2,80   2,26%
  • IDXQ30 118   1,70   1,46%

Sri Mulyani: Prioritas penggunaan dana PKH untuk kesehatan dan pendidikan


Senin, 29 April 2019 / 12:28 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - GARUT. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa uang tunai yang diterima masyarakat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tidak boleh digunakan untuk membeli rokok tetapi diprioritaskan untuk pendidikan dan kesehatan.

“Uang ini tidak untuk beli rokok ya Bapak-Ibu sekalian. Uang ini dipakai agar anaknya bisa sekolah, fasilitas kesehatan, gizi yang cukup supaya anak-anak kita bisa belajar menjadi anak-anak yang pintar dan masa depannya jadi lebih baik,” tegas Menkeu seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Senin (29/4).

Sebelumnya, Menkeu menyebutkan bahwa di tahun 2019 alokasi anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) meningkat hingga dua kali lipat. Menkeu berharap dana PKH ini mampu meningkatkan ekonomi keluarga yang menerima dana ini hingga dinyatakan lulus dan bisa berdiri sendiri.

“Kalau Jawa Barat konsentrasi kemiskinan masih banyak, itu berarti keluarga miskin pasti dapat PKH dari Pemerintah. PKH ini di tahun 2019 ditingkatkan menjadi dua kali lipat," jelas Menkeu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×