kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup Bikin RI Jadi Negara Maju


Rabu, 28 Agustus 2024 / 13:10 WIB
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup Bikin RI Jadi Negara Maju
ILUSTRASI. Menteri Keuangan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjebak di level 5% karena menghadapi berbagai tantangan.ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di level 5% dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi 5% tersebut akan sulit menghantarkan Indonesia menjadi negara maju.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjebak di level 5% karena menghadapi berbagai tantangan. 

Mulai dari tekanan perekonomian global, pandemi Covid-19, suku bunga global yang tinggi, serta inflasi global yang tinggi.

Baca Juga: Jadi Pendorong Utama Ekonomi, Pemerintah Fokus Jaga Kelas Menengah

Meski hanya mampu tumbuh 5%, Sri Mulyani tetap mensyukuri karena perekonomian Indonesia masih mampu bergerak stabil.

“Namun tentu kalau ditanya 5% cukup? Tidak (cukup) terhadap keinginan kita untuk menciptakan kemajuan atau mencapai high income country,” tutur Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (28/8).

Meski hanya mampu tumbuh 5%, Sri Mulyani tetap mensyukuri karena perekonomian Indonesia masih mampu bergerak stabil.

Bila dibandingkan dengan negara lainnya, menurutnya Indonesia masih lebih baik. Misalnya saja Eropa yang menghadapi pelemahan ekonomi dan mendekati resesi.

Baca Juga: Banggar DPR Minta Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,4%

“Kita masih bisa menjaga 5% itu berarti kita terus harus menjaga resep untuk menyeimbangkan domestik demand dengan tetap secara oportunistik memanfaatkan global environment,” ungkapnya.

Salah satu resep pemerintah mampu mempertahankan ekonomi di level 5% adalah dengan menjaga konsumsi rumah tangga mendekati 5%, memacu investasi, konsumsi pemerintah dan ekspor yang mengalami tekanan dalam dua tahun terakhir bisa dipulihkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×