kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sri Mulyani: Pemerintah belum gunakan instrumen Pandemic Bond


Selasa, 07 April 2020 / 22:19 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat pelantikan Kepala BKF di Jakarta (3/4/2020).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah belum mengeksekusi instrumen Pandemic Bond yang merupakan cadangan pembiayaan yang disiapkan pemerintah untuk kebutuhan anggaran tahun ini.

Penggunaan instrumen Pandemic Bond, menurutnya, masih terus dibahas dan dikoordinasikan antara pemerintah khususnya Kemenkeu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta lembaga-lembaga keuangan di dalam negeri.

Baca Juga: Ada corona, Menkeu: Indonesia negara Asia pertama yang berani terbitkan global bond

“Pandemic Bonds masuk dalam salah satu instrumen yang letaknya  below the line artinya merupakan resources yang dicadangkan oleh negara dalam rangka menjaga kemungkinan terjadinya efek domino yang mengancam ekonomi dan sistem keuangan kita,” tutur Sri Mulyani, Selasa (7/4).

Adapun, Sri Mulyani meluruskan bahwa penerbitan obligasi global berdenominasi US Dollar (USD Bonds) yang baru saja dilakukan pemerintah sebesar US$ 4,3 miliar bukan merupakan bagian dari Pandemic Bond.

Penerbitan USD Bond tersebut merupakan bagian dari perencanaan APBN 2020 yang bertujuan  memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk biaya untuk upaya penanganan dan pemulihan Covid-19.

Baca Juga: Tangani Covid-19, pemerintah terbitkan obligasi bertenor setengah abad

Pembiayaan APBN melalui mekanisme pasar merupakan upaya pemerintah untuk tetap menjalankan kebijakan fiskal secara kredibel, disiplin, dan sustainable di tengah kondisi perekonomian global yang  volatile .

Penerbitan USD Bonds ini juga guna mendukung tiga program prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19 saat ini, yaitu penanganan masalah kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial, serta dukungan terhadap dunia usaha terutama UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×