kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Sri Mulyani Masih Hitung Dampak PPN 12% untuk Barang Mewah


Rabu, 11 Desember 2024 / 17:25 WIB
Sri Mulyani Masih Hitung Dampak PPN 12% untuk Barang Mewah
Menteri keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada jumpa pers APBNKita di Jakarta, Selasa (11/12/2024).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait rencana pemerintah yang akan menerapkan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12% untuk barang mewah.

Ia menyebut, kebijakan tersebut tengah dihitung dan dipersiapkan dengan teliti. Langkah ini diambil untuk menjaga azas keadilan sekaligus mempertimbangkan kondisi ekonomi, aspirasi masyarakat dan kesehatan APBN.

Pemerintah memastikan bahwa penerapan kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat kelas menengah-bawah, melainkan diarahkan pada kelompok masyarakat yang lebih mampu.

"Sekarang juga ada wacana aspirasi PPN 12% hanya untuk barang-barang yang dianggap mewah yang dikonsumsi hanya mereka yang mampu. Kami akan konsisten asas keadilan itu akan diterapkan," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita, Rabu (11/12).

Baca Juga: Kemenkeu Sudah Kumpulkan Setoran Pajak Rp 1.688,93 Triliun Hingga November 2024

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menyusun paket kebijakan yang lebih lengkap.

Langkah ini dilakukan guna menganalisis dampak penerapan PPN 12% terhadap perekonomian nasional dan APBN secara menyeluruh.

"Kami akan mengumumkan bersama dengan Kemenko Perekonomian untuk memberikan seluruh paket yang lebih lengkap, dan tentu untuk dampaknya terhadap APBN. Secara hati-hati dihitung, karena ini adalah kepentingan kita semua," jelas dia.

Selanjutnya: Persemaian Bibit Skala Besar Siap Mendukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Menarik Dibaca: Lazada Beri Tips Maksimalkan Keuntungan Belanja Online Saat Harbolnas 12.12

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×